Perubahan sikap Eggi memang cukup mencolok. Dulu dikenal vokal mengkritik Jokowi, kini terlihat lebih lunak. Hal ini tentu memicu kekecewaan di kalangan aktivis dan publik yang selama ini mengikuti pergerakannya.
Lalu, beredar isu bahwa ada imbalan materi di balik perubahan sikap tersebut. Muslim Arbi mengakui rumor itu beredar, tapi sulit dibuktikan. Meski begitu, rangkaian sikap dan keputusan Eggi Sudjana, baginya, adalah indikasi yang menimbulkan kecurigaan. Apalagi dengan dikeluarkannya SP3 oleh Polda Metro Jaya untuk Eggi dan DHL.
Penghentian penyidikan itu sendiri menuai kritik. Sejumlah pakar hukum, seperti Dr. M. Taufik dari Solo, ikut menyorotinya.
“SP3 itu justru dianggap memperkuat dugaan adanya upaya adu domba antar pejuang kebenaran,” tegas Arbi.
Meski berbagai manuver politik terjadi, Muslim Arbi tetap yakin proses hukum kasus dugaan ijazah palsu ini akan terus berjalan. Tidak mudah dihentikan.
“Publik tidak mau lagi menerima kebohongan yang ditutup dengan kekuasaan. Kebenaran pada akhirnya akan muncul,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Syahganda Nainggolan: Hanya Soekarno dan Prabowo yang Punya Ideologi Kuat
Warga Makassar Gelar Aksi Lilin untuk Korban Penembakan Diduga Oknum Polisi
Alwi Farhan Lolos ke Perempat Final All England Usai Singkirkan Unggulan Ketujuh
Pengacara Desak Ayah Korban Kekerasan di Sukabumi Diperiksa, Diduga Biarkan Anak dalam Bahaya