Perubahan sikap Eggi memang cukup mencolok. Dulu dikenal vokal mengkritik Jokowi, kini terlihat lebih lunak. Hal ini tentu memicu kekecewaan di kalangan aktivis dan publik yang selama ini mengikuti pergerakannya.
Lalu, beredar isu bahwa ada imbalan materi di balik perubahan sikap tersebut. Muslim Arbi mengakui rumor itu beredar, tapi sulit dibuktikan. Meski begitu, rangkaian sikap dan keputusan Eggi Sudjana, baginya, adalah indikasi yang menimbulkan kecurigaan. Apalagi dengan dikeluarkannya SP3 oleh Polda Metro Jaya untuk Eggi dan DHL.
Penghentian penyidikan itu sendiri menuai kritik. Sejumlah pakar hukum, seperti Dr. M. Taufik dari Solo, ikut menyorotinya.
“SP3 itu justru dianggap memperkuat dugaan adanya upaya adu domba antar pejuang kebenaran,” tegas Arbi.
Meski berbagai manuver politik terjadi, Muslim Arbi tetap yakin proses hukum kasus dugaan ijazah palsu ini akan terus berjalan. Tidak mudah dihentikan.
“Publik tidak mau lagi menerima kebohongan yang ditutup dengan kekuasaan. Kebenaran pada akhirnya akan muncul,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Noe Letto di Wantimpres: Penunjukan Strategis atau Strategi Penjinakan?
Prabowo Menitikkan Air Mata di Pernikahan Sekretaris Pribadinya
Pernikahan di Tengah Banjir, Sukacita Tak Tergenang Air