Para Pemimpin Gereja Yerusalem Angkat Bicara: Tolak "Zionisme Kristen"
Suara mereka tegas dan bulat. Pada Sabtu lalu, 17 Januari 2026, para Patriark dan Kepala Gereja di Yerusalem mengeluarkan pernyataan bersama yang isinya tak main-main. Mereka secara resmi menolak ideologi yang disebut "Zionisme Kristen". Alasannya? Dianggap menyesatkan, berbahaya, dan berpotensi merusak persatuan umat Kristen di Tanah Suci.
Bagi yang selama ini mengikuti, pernyataan ini bukan sekadar formalitas. Ada nada prihatin yang kuat di dalamnya. Para pemimpin gereja menegaskan bahwa Gereja-gereja Apostolik bersejarah adalah satu-satunya perwakilan sah komunitas Kristen di wilayah itu. Mereka sudah menjalankan pelayanan dengan pengabdian teguh selama berabad-abad lamanya.
Namun begitu, belakangan muncul kekhawatiran. Menurut mereka, ada individu-individu lokal yang aktif mempromosikan paham Zionisme Kristen. Gerakan ini, meski mungkin tampak kecil, dinilai sedang menabur kebingungan di tengah jemaat. Yang lebih mengkhawatirkan, upaya-upaya itu diduga mendapat sokongan dari sejumlah aktor politik, baik di Israel maupun dari luar negeri.
Artikel Terkait
Remaja di Gowa Tembus Mata Peluru Jelly, Polisi Kejar Pelaku
Rem Blong Truk Kontainer Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas
Anak Tinggalkan Adik Bayi di Gerobak Nasi Uduk, Surat Tulisan Tangan Ungkap Alasan
Fajar/Fikri Tersingkir di 16 Besar All England Usai Duel Sengit Tiga Gim