Nantinya, selama sebulan penuh tepatnya dari 17 Januari hingga 16 Februari 2026 mereka akan turun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang. Kerja bakti mereka dirancang menyeluruh. Di sisi fisik, mereka akan membersihkan dan merapikan fasilitas umum yang rusak.
Namun begitu, yang tak kalah penting adalah pendekatan nonfisik. Ada program trauma healing untuk korban bencana, dapur umum, pelayanan kesehatan gratis, hingga penyuluhan tentang sanitasi dan hidup bersih. Mereka juga akan mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak, agar bisa bangkit kembali.
Di akhir sambutannya, Panglima TNI berpesan agar para taruna menjalankan tugas dengan semangat dan disiplin tinggi. Mereka diingatkan untuk selalu menjaga nama baik institusi, menghormati adat setempat, dan yang utama, mengutamakan keselamatan selama menjalankan misi integrasi bersama masyarakat Aceh.
Kini, kapal telah berangkat. Perjalanan panjang menuju Serambi Mekah pun dimulai, membawa harapan dan tenaga muda untuk pemulihan.
Artikel Terkait
Pengacara Desak Ayah Korban Kekerasan di Sukabumi Diperiksa, Diduga Biarkan Anak dalam Bahaya
Polisi Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2026
DPRD Sulsel dan Tim Teknis Temukan Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Sesuai Standar
Dua Aktivis Pati Bebas Bersyarat Usai Divonis 6 Bulan Penjara