Namun, tim sudah menyiapkan skenario terburuk. Jika nanti korban ditemukan dalam kondisi meninggal, ada dua alternatif jalur evakuasi yang disiapkan.
"Yang pertama apabila jenazah ataupun korban ini berada di puncak Bulusaraung, otomatis jalan satu-satunya harus dievakuasi ke Posko Tompobulu," beber Parlindungan. "Tapi apabila mendekati jalan poros ini kita temukan jenazah maka evakuasinya bisa kita lakukan ke Kecamatan Balocci. Kita arahkan ke arah bawah."
Medan Terjal dan Cuaca Menjadi Tantangan Berat
Proses evakuasi bangkai dan pencarian korban ini tak berjalan mudah. Kendala utama datang dari alam. Cuaca di satu sisi, medan yang ekstrem di sisi lain.
Parlindungan menggambarkan lokasinya. "Medannya ini medan terjal, gunung-gunung berbatu seperti yang kita lihat di belakang itu, gunung-gunung batu, ada jurang-jurang yang sangat curam."
Kondisi seperti itu, menurutnya, membutuhkan perencanaan matang dan keselamatan ekstra. Meski begitu, upaya tak kenal lelah terus dilakukan. Ratusan personel gabungan masih berjibaku di bukit Bulusaraung, melanjutkan misi yang semakin sulit ini.
Artikel Terkait
Prabowo Restitusi Rp 10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Pascabencana
Banjir Lumpuhkan Jakarta, Motor Diberi Akses Masuk Tol Pulo Mas
Hands Off Greenland: Warga Nuuk dan Denmark Serukan Kedaulatan di Tengah Dinginnya Politik
KUHAP Baru: Kekuasaan Polisi Menggurita, Perlindungan Warga Tergerus