Sejumlah warga Yerusalem, baik pria maupun wanita, yang mendapat larangan masuk terpaksa menunaikan ibadah di tepian jalan. Mereka salat di trotoar dan sudut-sudut kota, menjadikan ruang publik sebagai tempat suci darurat.
Kegiatan actually sudah dimulai sejak pagi. Beberapa bus yang mengangkut warga Palestina dari wilayah pendudukan 1948 mulai tiba di kota suci itu. Mereka punya dua tujuan: menunaikan salat Jumat dan sekaligus memperingati peristiwa Isra Mikraj yang terkait erat dengan Al-Aqsha.
Jika Anda berada di sana pagi itu, Anda akan melihat jalan-jalan dan jalur menuju Kota Tua sudah penuh sesak sejak dini hari. Warga Palestina berdatangan secara bergerombol, membanjiri setiap sudut, dengan satu tekad: merayakan hari penting itu di tempat yang paling berarti bagi mereka.
Artikel Terkait
Guru Besar Unair: Kriminalisasi Satire Ancaman Serius bagi Demokrasi
Rismon Sianipar Tantang Eggi Sudjana: Silakan Minggir dari Lapangan!
Target Pajak 2025 Jeblok Rp 271 Triliun, Proyek Yayasan Jadi Sorotan
Cinta yang Mencairkan Hati Raja Iblis: Kisah Fenomenal Love Between Fairy and Devil