Pengacara Roy Suryo Beberkan Enam Versi Ijazah Jokowi yang Berbeda

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:00 WIB
Pengacara Roy Suryo Beberkan Enam Versi Ijazah Jokowi yang Berbeda

Refly Harun, salah satu pengacara yang membela Roy Suryo, mengklaim ada enam versi berbeda dari ijazah Presiden Joko Widodo yang beredar di publik.

Klaim ini ia sampaikan di depan Polda Metro Jaya, Jumat lalu (16/1/2026). Saat itu, Refly mendampingi Roy Suryo dan Dokter Tifauziah Tyassuma untuk menyampaikan keberatan soal pelimpahan berkas perkara. Suasana di lokasi cukup ramai oleh wartawan yang menunggu pernyataan.

Refly pun angkat bicara.

“Cuma mau nambahin sedikit, kawan-kawan. Soal ijazah Pak Jokowi ini, ternyata versinya ada beberapa. Dan semuanya sudah kami pegang,” ujarnya kepada para awak media.

Ia lalu merinci asal-usul keenam dokumen itu. Ada yang berasal dari KPU Solo, lalu KPU DKI Jakarta, dan tak ketinggalan versi dari KPU RI pusat. Selain itu, ada juga versi yang diunggah politikus PSI Dian Sandi Utama. Dua versi terakhir muncul dari konferensi pers Bareskrim Polri tanggal 22 Mei 2025 dan gelar perkara khusus Polda Metro Jaya pada 15 Desember tahun lalu.

Menurut Refly, yang jadi masalah adalah keenam versi itu tidak ada yang sama persis. “Logikanya gini,” katanya, “kalau ada satu yang beda, ya sudah pasti ada yang nggak bener. Nggak mungkin dua-duanya asli, kan? Kalau beda, ya artinya dua-duanya palsu. Pasti seperti itu.”

Di sisi lain, Roy Suryo sendiri bersikukuh dengan analisisnya. Ia menyebut ijazah yang ditampilkan dalam gelar perkara khusus Polda Metro Jaya itu palsu. Tingkat kepastiannya bahkan mencapai 99,9 persen.

Alasannya sederhana: foto di dokumen tersebut terlihat terlalu baru. Kontras dan kualitasnya, kata Roy, tidak wajar untuk sebuah foto yang katanya diambil empat puluh tahun silam. “Terlalu bersih, tidak seperti foto jaman dulu,” tambahnya.

Pendapat Roy ini rupanya dapat penguatan dari mantan Wakapolri, Komjen Pol. Purn. Oegroseno. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Solo, Oegroseno pernah menyatakan bahwa foto di ijazah yang dimaksud bukanlah wajah Joko Widodo.

Untuk memperkuat argumentasinya, Roy juga membawa contoh perbandingan. Ia menunjukkan ijazah asli Bambang Budy Harto, lulusan Fakultas Kehutanan UGM 1985. Ijazah perbandingan ini sebelumnya sudah diperlihatkan ke publik oleh adik Bambang, Rujito, dalam sidang Citizen Lawsuit di PN Solo.

Kasus ini jelas belum berakhir. Sorotan publik masih tertuju pada dugaan ketidakabsahan dokumen penting sang presiden. Setiap perkembangan kecil selalu disambut dengan beragam tafsir, memperpanjang daftar pertanyaan yang masih menunggu jawaban yang jelas.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar