Tailan dan Paraguai: Ejaan Baru 194 Negara Segera Masuk KBBI

- Jumat, 16 Januari 2026 | 18:54 WIB
Tailan dan Paraguai: Ejaan Baru 194 Negara Segera Masuk KBBI

Di sisi lain, peran Badan Bahasa lebih ke arah pembinaan. Mereka yang akan mengindonesiakan kata asing dan memperkaya kosakata KBBI.

“Tentunya nanti setelah nama-nama negara tersebut sudah ditetapkan dalam UNGEGN, akan dimasukkan ke dalam KBBI edisi pemutakhiran berikutnya,” kata Hafidz.

Kapan persisnya? Rencana sih April 2026. Pemutakhiran KBBI sendiri dilakukan dua kali dalam setahun, dan periode itu adalah target terdekatnya. Jumlah negara yang ejaannya diperbarui cukup banyak, mencapai 194 negara, sesuai dokumen resmi UNGEGN.

Lalu, Apakah Wajib Dipakai?

Pertanyaan menariknya: apakah begitu masuk KBBI, semua instansi pemerintah wajib mengikuti ejaan baru ini? Ternyata tidak serta merta.

Hafidz menerangkan, parameter kewajibannya bukan terletak pada KBBI. “KBBI hanya akan mencatatnya. Badan Bahasa hanya memberi saran pengindonesiaan berdasarkan kaidah,” tegasnya. Kewajiban baru muncul jika ada dokumen resmi yang dikeluarkan dan disahkan oleh kementerian terkait.

Usulan perubahan ejaan seperti "Tailan" ini sendiri merujuk pada dokumen "List of Country Names" dari UNGEGN. Prosesnya cukup detail. Sebuah Komisi Pembakuan Eksonim menganalisis 194 nama negara dengan metode penyerapan, penerjemahan, atau gabungan keduanya.

“Sidang komisi melibatkan berbagai pakar, yakni pakar linguistik, ahli geografi, dan perwakilan lembaga terkait, untuk membahas 194 nama negara dari November hingga Desember 2024,” papar Hafidz.

Setelah pembahasan mendalam, hasil kesepakatan disampaikan dalam dokumen tertulis ke forum UNGEGN. Tugas BIG selanjutnya adalah mengirimkan surat resmi ke Badan Bahasa agar eksonim tersebut bisa segera dicatatkan ke dalam KBBI. Itulah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.


Halaman:

Komentar