Nama-nama negara seperti Thailand dan Paraguay mungkin akan terlihat sedikit berbeda di kamus kita nanti. Ya, rencananya ejaan yang disesuaikan seperti "Tailan" dan "Paraguai" bakal masuk dalam pemutakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada April 2026 mendatang. Ini bukan sekadar perubahan kecil, tapi bagian dari proses panjang pembakuan nama geografis.
Lalu, siapa yang berwenang menetapkan perubahan ini? Ternyata, kewenangan utamanya ada di tangan Badan Informasi Geospasial (BIG).
“Kebijakan terkait perubahan nama-nama negara dan pemadanan atau penetapan ejaan baku nama-nama negara asing ke dalam bahasa Indonesia adalah tugas Badan Informasi Geospasial (BIG),” jelas Hafidz Muksin, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dalam keterangannya.
Proses di Balik Layar
Kerja BIG ini tidak dilakukan sendirian. Mereka berkolaborasi dengan banyak pihak. Mulai dari Badan Bahasa di Kemendikbud, Kementerian Luar Negeri, sampai para akademisi dari Universitas Indonesia dan pakar linguistik. Semua duduk bersama dalam forum yang disebut Sidang Komisi Istilah.
Menurut Hafidz, tujuan penyesuaian ini sederhana: agar nama-nama asing itu terdengar dan tertulis selaras dengan kaidah bahasa kita.
“Termasuk penyesuaian ejaan agar sesuai dengan fonologi dan ortografi bahasa Indonesia,” ujarnya, seraya memberi contoh Thailand jadi Tailan dan Paraguay menjadi Paraguai.
Nah, pembaruan eksonim atau nama lokal untuk tempat asing ini kabarnya sudah disampaikan ke forum PBB, United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN), sekitar tahun 2025 lalu. Jadi, prosesnya sudah berjalan di tingkat internasional.
Artikel Terkait
23 Desa di Kendal Terendam, Ribuan Rumah Tergenang Banjir
Ketika Mesin Pintar, Apakah Kita Masih Benar-Benar Belajar?
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak
ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada