Perjalanan Oppo menjadi salah satu merek smartphone global ternama penuh dengan tantangan dan inovasi teknologi. Proses transformasi dari pemain lokal menuju raksasa teknologi dunia membutuhkan strategi dan komitmen terhadap kualitas.
Menurut Overseas Chief Marketing Officer (CMO) Oppo, Ling Liu, awal mula bisnis Oppo berfokus pada produk audio digital seperti pemutar MP3, MP4, dan Blue-ray DVD yang sukses di pasar internasional.
Memasuki era 2000-an, pasar telepon genggam didominasi oleh Nokia dengan sedikit kompetisi dari produsen China. Saat itu, produk elektronik asal China sering diasosiasikan dengan kualitas rendah dan keandalan yang dipertanyakan.
Ling Liu menjelaskan bahwa Oppo kemudian mengambil keputusan strategis untuk memasuki industri ponsel dengan tujuan mengubah persepsi tersebut. Perusahaan berkomitmen menciptakan produk yang merepresentasikan kualitas terbaik dari manufaktur China.
Setelah tiga tahun melakukan penelitian dan pengembangan, Oppo akhirnya meluncurkan ponsel pertamanya bernama A103 pada tahun 2008. Model ini menampilkan desain kompak dengan elemen kamera yang menyerupai mata dan speaker sebagai mulut, menciptakan kesan personality yang ramah.
Respon positif terhadap ponsel pertama Oppo menjadi fondasi kuat bagi ekspansi perusahaan di pasar smartphone global. Sejak saat itu, Oppo konsisten berinovasi di berbagai aspek teknologi mobile.
Inovasi kamera menjadi fokus utama pengembangan produk Oppo. Perusahaan mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan sistem kamera untuk meningkatkan kualitas gambar dan menciptakan pengalaman fotografi yang unik bagi pengguna.
Kolaborasi dengan Hasselblad, produsen kamera profesional asal Swedia, semakin memperkuat posisi Oppo di segmen fotografi smartphone. Teknologi Hasselblad diterapkan pada seri flagship Find X9 dan X9 Pro.
Di bidang desain, Oppo tercatat sebagai pelopor smartphone full-screen melalui seri Find X yang diluncurkan tahun 2018. Sementara di teknologi pengisian daya, Oppo memperkenalkan VOOC Flash Charge yang dianggap sebagai terobosan dalam standar pengisian cepat.
Berbagai inovasi teknologi tersebut ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen yang menggunakan produk-produk Oppo, termasuk smartphone, perangkat wearable, dan audio.
Ekspansi global Oppo dimulai sejak 2009 dan kini telah menjangkau lebih dari 75 negara. Hingga 2025, Oppo menempati peringkat kelima secara global dan keempat di beberapa region untuk pasar smartphone. Di Asia Tenggara, Oppo bahkan menjadi merek nomor satu.
Kesuksesan ini didukung oleh investasi besar dalam penelitian dan pengembangan. Oppo mengoperasikan enam pusat R&D di berbagai lokasi strategis dengan alokasi anggaran yang signifikan setiap tahunnya.
Fasilitas produksi Oppo tersebar di beberapa negara termasuk India, Pakistan, dan Brasil. Proses manufaktur mengadopsi teknologi otomasi canggih dengan 85% proses produksi dan 90% proses pengujian dilakukan secara otomatis.
Pencapaian Paten dan Pengembangan Sistem Operasi
Hingga kini, Oppo telah mengajukan sekitar 115.000 paten dengan 92% di antaranya merupakan paten penemuan. Pencapaian ini menempatkan Oppo di peringkat ke-14 dunia untuk jumlah paten.
Selama dua dekade, Oppo terus menyempurnakan ColorOS, sistem operasi proprietary yang menghadirkan pengalaman pengguna yang smooth dan berkualitas tinggi.
Di China, Oppo mengoperasikan fasilitas canggih di Binhai Bay dan pusat R&D Chang'an di Dongguan. Kompleks Binhai Bay seluas 100.000 meter persegi dilengkapi dengan berbagai fasilitas penelitian hingga akomodasi karyawan yang nyaman.
Artikel Terkait
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model
Domain AI.com Terjual Rp1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan