Ia memaparkan, kontribusi bencana di Sumatera terhadap kemiskinan nasional diproyeksikan naik 0,49 persen. Untuk kemiskinan ekstrem, angkanya bertambah 0,20 persen. Karena itu, ia mendorong agar pemulihan ekonomi dilakukan lewat intervensi langsung yang memutar roda ekonomi lokal. "Cash for work atau program padat karya tunai harus menjadi inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat," tegas Muhaimin.
Koordinasi, sekali lagi, menjadi kata kunci. Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menekankan hal ini. Ia bilang, kolaborasi antara pusat dan daerah harus punya mekanisme yang jelas, terutama soal pendanaan dan pembangunan infrastruktur.
"Ini harus disepakati sehingga tidak ada overlapping dan semuanya mendapat sentuhan yang proporsional."
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menutup dengan penegasan. Ia menyatakan seluruh upaya pemulihan sosial dijalankan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, sesuai mandat yang ada.
"Sebagai koordinator bidang sosial, Kementerian Sosial memastikan pemulihan sosial pascabencana berjalan menyeluruh," jelas Gus Ipul.
Ia menambahkan, semua bantuan disalurkan lewat mekanisme akuntabel yang mengandalkan data tervalidasi dari daerah, Kemendagri, dan BNPB. Tujuannya bukan cuma memenuhi kebutuhan mendesak. Lebih dari itu.
"Pemulihan sosial ini kami arahkan untuk membangun kohesi sosial, menjaga keberfungsian masyarakat, dan mendorong kebangkitan sosial ekonomi secara berkelanjutan," pungkasnya. Sebuah pekerjaan besar yang, bagaimanapun, baru dimulai.
Artikel Terkait
Pasukan Oranye DKI Dikerahkan, 1.790 Personel Bersihkan Sampah Pasca-Banjir
Isra Mikraj di Era Digital: Ketika Logika Tak Mampu Menjawab
Bedah Buku di Bandung Guncang: Tuntutan Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran Mengemuka
Dirjen Haji Panggil Sejumlah Biro, Dua Aduan Jemaah Tuntas Lewat Mediasi