Kalau dilihat lebih detail, komposisinya punya cerita sendiri. Investasi dari dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp 149,8 triliun, sementara penanaman modal asing (PMA) berada di angka Rp 147,02 triliun. Artinya, hampir seimbang.
Ini menunjukkan sesuatu yang krusial: perekonomian Jabar tidak menggantungkan diri sepenuhnya pada modal asing. Kekuatan pelaku usaha dalam negeri ternyata juga solid dan punya andil besar.
Lantas, apa dampaknya bagi warga? KDM berharap, derasnya investasi ini bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas. Tak hanya itu, geliat usaha mikro dan menengah diharapkan ikut terdongkrak, mendorong pemerataan hingga ke wilayah-wilayah lain.
Namun begitu, pembangunan tak boleh lepas dari kendali. Pemerintah daerah berjanji terus melakukan pembenahan, mulai dari menyederhanakan birokrasi hingga memperkuat infrastruktur pendukung seperti kawasan industri.
Yang tak kalah penting, semua proses investasi harus selaras dengan kelestarian alam dan kearifan lokal setempat.
"Jabar terbuka bagi investasi, tetapi tetap berpijak pada kepentingan rakyat,"
tegas Dedi Mulyadi. Poin ini seperti penegas, bahwa pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Wolverhampton Wanderers Kalahkan Liverpool 2-1 dengan Gol Injury Time
Haddad Alwi dan Danilla Kolaborasi dalam Lagu Religi Pengakuanku
Galatasaray Rebut Kemenangan Tipis 2-1 atas Alanyaspor di Kandang Lawan
Pengacara Marcella Divonis 14 Tahun Penjara atas Kasus Suap Hakim Perkara Ekspor CPO