Kabar buruk datang dari Iran. Pemerintah Kanada, lewat Menteri Luar Negeri Anita Anand, mengonfirmasi satu warga negaranya tewas dalam kerusuhan unjuk rasa di sana. Kabar ini disampaikan Anand lewat platform X pada Jumat (16/1), seperti dilaporkan AFP.
"Saya baru saja mengetahui bahwa seorang warga negara Kanada telah meninggal di Iran di tangan otoritas Iran,"
Begitu bunyi pernyataan Anand. Ia tak memberikan rincian lebih jauh soal identitas atau detail kejadiannya. Namun, nada kecamannya keras dan jelas.
Menurutnya, rezim di Teheran dinilai sudah mengabaikan sama sekali nilai-nilai kemanusiaan hanya demi mempertahankan cengkeraman kekuasaan. "Protes damai oleh rakyat Iran yang meminta agar suara mereka didengar di tengah penindasan rezim Iran serta pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung telah membuat rezim tersebut secara terang-terangan mengabaikan nilai kehidupan manusia," lanjut Anand. Kritiknya pedas, menggambarkan kekecewaan yang mendalam.
Di sisi lain, sebuah sumber di Kementerian Luar Negeri Kanada yang enggan disebutkan namanya memberi sedikit pencerahan pada AFP. Katanya, warga Kanada itu tewas dibunuh oleh pihak berwenang Iran tepat di tengah berlangsungnya sebuah aksi protes. Sungguh tragis.
Sementara itu, dalam pernyataan resmi terpisah, pemerintah Kanada mengungkapkan bahwa pejabat konsuler mereka sudah menghubungi keluarga korban yang berada di Kanada. Mereka menyatakan duka dan memberikan dukungan.
Pernyataan itu juga secara tegas mengecam apa yang disebutnya sebagai "pembunuhan mengerikan" terhadap para pengunjuk rasa di Iran. Suaranya lantang, menuntut pertanggungjawaban.
Tak cuma mengutuk, Ottawa juga langsung bertindak. Mereka mengeluarkan imbauan darurat bagi sekitar 3.000 warga Kanada yang diperkirakan masih berada di Iran. Pesannya singkat tapi serius: segera tinggalkan negara itu jika memungkinkan, dan lakukan dengan cara yang aman. Situasinya dianggap sudah terlalu berisiko.
Kejadian ini tentu memperburuk hubungan kedua negara yang memang sudah lama tidak akur. Dan kini, ada nyawa warga Kanada yang menjadi taruhannya.
Artikel Terkait
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Prabowo dan KSAD Bahas Capaian TNI AD: 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Tuntas dalam Tiga Bulan
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi