Sopir Angkot di Tanah Abang Dibakar Rekan Sesama Sopir, Luka Bakar 40 Persen

- Senin, 27 April 2026 | 22:15 WIB
Sopir Angkot di Tanah Abang Dibakar Rekan Sesama Sopir, Luka Bakar 40 Persen
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Jakarta Seorang sopir angkot berinisial S (52) harus dilarikan ke rumah sakit setelah dibakar bersama kendaraannya. Kejadian ini berlangsung di Jalan Kiai Haji Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pelakunya? Rekan sesama sopir, inisial P (38), yang kini masih buron.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu pagi, 25 April, sekitar jam sembilan. Menurut keterangan yang dihimpun, awalnya korban sedang menunggu giliran ngetem. Lalu, tiba-tiba pelaku menyela antrean tersebut. Korban pun menegurnya. Teguran itu rupanya memicu amarah.

Setelah ditegur, P sempat melanjutkan perjalanan. Tapi, tak berselang lama, dia kembali lagi. Kali ini, dia datang dengan botol berisi bensin. Tanpa banyak bicara, dia menyiramkan cairan itu ke arah korban. Seketika, api langsung membesar. Sopir dan angkotnya sama-sama terbakar.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh. Saat ini, dia masih menjalani perawatan intensif. Bahkan, rencananya akan dioperasi.

Operasi Pengangkatan Luka Bakar

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, memberikan keterangan lebih lanjut. Menurutnya, kondisi korban cukup parah.

“Infonya rencana operasi pengangkatan luka bakar oleh tim dokter bedah. Untuk luka bakar 40 persen dengan area sebaran luka bakar di kuping, lengan kiri, pinggang, dan paha kiri,” jelasnya saat dihubungi pada Senin, 27 April 2026.

Di sisi lain, polisi masih terus memburu pelaku. Pihak kepolisian belum bisa memastikan motif pasti di balik aksi nekat ini. Namun, mereka memastikan sedang melakukan penyelidikan mendalam.

Luka Bakar Capai 40 Persen

Data dari kepolisian menyebutkan, total luka bakar yang diderita korban mencapai 40 persen. Ini bukan luka ringan. Butuh waktu dan perawatan serius untuk pemulihannya. Sementara itu, pelaku masih menghilang. Belum ada titik terang kapan dia akan tertangkap.

(ygs/ygs)

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar