Jelas Luqman. Gogosan, atau longsoran material di sekitar rel, itu yang memperlambat proses pemulihan.
Menyikapi situasi ini, pihak KAI pun menyampaikan permohonan maaf. Mereka juga telah memberikan kompensasi atau Service Recovery kepada penumpang yang terdampak, sesuai aturan yang berlaku.
Kata manajemen. Hingga pukul 21.50 WIB, setidaknya ada delapan kereta api yang terjebak gangguan. Rinciannya meliputi KA Kaligung, Brantas, Jayabaya, Joglosemarkerto (tertahan di Stasiun Weleri), Kertajaya (di Stasiun Kalibodri), Argo Sindoro (di Weleri), Harina (di Semarang Poncol), dan KA Kaligung lain yang posisinya masih di Stasiun Kaliwungu.
Nah, bagi para calon penumpang, situasi ini jelas perlu diantisipasi. Perjalanan via kereta di jalur pantura itu masih belum bisa dikatakan lancar. Tunggu saja informasi lebih lanjut dari pihak KAI.
Artikel Terkait
Anjir Jadi Bumbu Wajib: Ketika Makian Kehilangan Taring di Mulut Kaum Muda
Kemenangan Publik: Ijazah Jokowi Tak Lagi Jadi Dokumen Rahasia
Menteri Kesehatan: Stigma, Tantangan Terbesar Pengentasan Kusta di Indonesia
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian