Di bawah lengkungan rel kereta, kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, tampak sepi. Tapi di situlah Rizal (58) menghabiskan hari Kamis lalu, tangannya sibuk melepas label plastik dari tumpukan botol bekas. Tempat kerjanya tak lebih dari bantaran Sungai Ciliwung, di sebelah rumah gubuknya.
Menurut sejumlah saksi, aktivitas warga di sana memang jarang. Namun bagi Rizal, justru di situlah ia mencari nafkah. Sampah botol plastik yang ia sodor dari sungai itu perlahan ia ubah jadi rupiah. Sungai yang mengalir di bawah rel itu memberinya bahan baku, meski caranya tentu tak mudah.
Ia memilah, membersihkan, lalu menimbunnya dalam karung. Prosesnya sederhana, tapi butuh kesabaran ekstra.
Artikel Terkait
Bupati Sidrap Resmikan Ramadan Fair untuk Dongkrak Perekonomian Lokal
Kemenag Makassar Verifikasi Izin dan Mutu Pondok Pesantren Daarul Hafidzoh
Sulsel Waspada Hujan Sedang dan Angin Kencang pada Selasa (3/3)
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami