Malam Senin (13/1) lalu, suasana di dua desa di Kuningan, Jawa Barat, berubah mencekam. Puluhan domba milik warga Desa Bungurberes dan Cilebak ditemukan mati dengan kondisi yang mengenaskan. Bagian lehernya robek oleh gigitan, tapi anehnya, tubuh hewan-hewan itu masih utuh. Tak ada tanda dagingnya dimakan.
Kejadian ini, tentu saja, bikin warga panik. Bagaimana tidak? Dalam beberapa hari terakhir, sudah dua kali peristiwa serupa terjadi. Korban ternaknya pun puluhan ekor.
Uju Junaedi, salah seorang perangkat Desa Bungurberes, punya dugaan kuat. Menurutnya, pelakunya adalah anjing liar.
"Digigitnya di bagian leher saja, dagingnya tidak dimakan," kata Uju, Kamis (15/1/2026).
Ia juga menyebut kesaksian warga yang melihat pelakunya. "Yang dilihat warga sih satu ekor, warnanya merah dan kecil," ujarnya.
Data dari pihak berwenang justru menunjukkan angka yang lebih besar. drh. Rofiq, Kabid Peternakan Diskanak Kuningan, menyebut total sementara ada 34 ekor domba yang jadi korban.
"Di Desa Cilebak ada lima peternak terdampak dengan total 11 ekor domba mati. Sedangkan di Desa Bungurberes terdapat enam peternak dengan total 33 domba digigit. Dari jumlah itu, 23 ekor mati dan 10 ekor masih hidup," jelas Rofiq.
Untungnya, domba yang selamat langsung ditangani tim dokter hewan. Dari pemeriksaan, pola lukanya sama: gigitan di leher, tanpa bekas dimakan.
Namun begitu, pihaknya belum berhasil menjumpai langsung hewan penyerang itu. Mereka hanya mengandalkan laporan warga.
Artikel Terkait
Cinta dan Misteri Berkembang di Tengah Pelarian Berbahaya
Tragedi Beruntun: Derek Ambruk di Samut Sakhon Tewaskan Dua Korban
Seskab dan Kepala OIKN Bahas Arahan Prabowo Usai Kunjungan ke Ibu Kota Baru
Hotel Tjimahi, Saksi Bisu Sejarah Cimahi, Akhirnya Dilepas Pemiliknya