“Lebih spesifik lagi apakah Pandji akan stand up ngomongin politik lagi,”
tambahnya, menyentil salah satu ciri khas materinya yang kerap menyulut diskusi.
Jawabannya? Ya, pasti. Ia memastikan akan tetap berkarya lewat panggung stand-up. Hanya saja, proses kreatifnya tidak instan. Menyusun materi solid berdurasi dua jam seperti di Mens Rea butuh waktu setahun lebih. Butuh pengujian berulang di berbagai panggung kecil sebelum akhirnya matang untuk dipertunjukkan secara luas.
Dan soal tema, jangan harap ia menjauh dari politik.
“Apakah Pandji akan membuat spesial lagi atau konser tunggal komedi lagi? Akan. Apakah temanya akan politik? Pasti akan, karena itu yang dekat sama saya,”
tegasnya tanpa ragu.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan sikapnya, meski Mens Rea sempat menuai kontroversi hingga berujung laporan ke Polda Metro Jaya. Materinya yang menyinggung isu organisasi tertentu memang memantik pro dan kontra. Tapi rupanya, semua itu tidak menyurutkan niatnya. Pandji tampaknya akan tetap bersuara dengan caranya sendiri, lewat humor dan kritik sosial yang tajam.
Artikel Terkait
Sassuolo Kalahkan Atalanta 2-1 dalam Laga Sengit Penuh Kartu Merah
Mahfud MD: Fikih adalah Produk Ijtihad, Boleh Berbeda Tafsir
DBMBK Sulsel Sebut Curah Hujan Tinggi Penyebab Kerusakan Dini Jalan Hertasning Makassar
Kapolri Lantik Brigjen Totok Suharyanto Pimpin Kakortas Tipidkor