Padang – Di tengah upaya pemulihan pascabencana, muncul peringatan keras dari Imam Besar Habib Rizieq Syihab. Ia mengajak masyarakat dan para relawan untuk tetap waspada. Kewaspadaan itu ditujukan pada potensi upaya pemurtadan yang dikhawatirkan menyusup lewat program bantuan, terlebih saat masa pemulihan yang berjalan lama.
Peringatan ini ia sampaikan di Masjid Al Hijrah, Kota Padang, Senin lalu. Momen itu terjadi usai ia dan tim Front Persaudaraan Islam menyelesaikan kunjungan ke sejumlah lokasi terdampak bencana.
Menurut sejumlah saksi, dalam ceramahnya Habib Rizieq menyoroti beragam tantangan di lapangan. Ia khususnya menyoroti aktivitas konseling dan pemulihan trauma yang dijalankan lembaga-lembaga dari luar komunitas Muslim. Situasinya memang rumit.
Di satu sisi, bantuan kemanusiaan dari pihak mana pun harus diterima dengan tangan terbuka. Latar belakang agama pemberi bantuan, kata dia, bukanlah halangan.
“Kita buka pintu bagi siapa pun yang ingin membantu, agama apa pun tidak masalah,” tegasnya.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa kondisi darurat sama sekali bukan lahan untuk menyebarkan pesan-pesan yang mengarah pada pemurtadan.
Artikel Terkait
Pras Tegaskan RUU Disinformasi Masih Wacana, Fokus pada Tanggung Jawab Platform
Arab Saudi Tegaskan Tolak Jadi Pangkalan Serangan AS ke Iran
AHY Paparkan Tiga Pilar Utama Pemulihan Pascabencana Sumatera
Sholat Rajin, Tapi Korupsi Jalan: Ustadz Hilmi Soroti Kualitas Ibadah Pejabat