Aktivis Politik: Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Pecundang
Kritik pedas dilontarkan oleh aktivis politik Rahman Simatupang terhadap dua koleganya, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Menurutnya, sikap keduanya terlihat tidak konsisten, bahkan cenderung seperti "pecundang". Ini menyusul langkah mereka mendatangi mantan Presiden Joko Widodo di Solo.
Rahman geram. Bagaimana tidak? Selama ini, Eggi dan Damai dikenal vokal mengkritik Jokowi, tak terkecuali dalam isu panas soal dugaan ijazah palsu yang sempat menghebohkan itu. Namun, setelah bertemu langsung, semuanya berubah.
“Kalau sebelumnya lantang menuduh dan menyerang, sekarang justru datang menghadap. Ini bukan soal rekonsiliasi, tapi soal konsistensi sikap. Dalam politik, ini mencerminkan mental pecundang,”
Demikian penegasan Rahman kepada para wartawan, Kamis lalu.
Di sisi lain, publik punya hak untuk mempertanyakan integritas moral keduanya. Apalagi, Jokowi sendiri telah membuka pintu restorative justice terkait status hukum mereka sebagai tersangka. Situasi ini, bagi Rahman, membuat narasi keras yang dulu dibangun seakan menguap begitu saja.
“Begitu berhadapan langsung dengan Jokowi, narasi yang dulu dibangun seolah-olah menguap begitu saja. Ini memperlihatkan bahwa semua kegaduhan sebelumnya lebih bernuansa politis daripada berbasis fakta dan keberanian hukum,”
tegasnya lagi.
Rahman secara khusus menyoroti momen Damai Hari Lubis diwawancara media. Saat ditanya langsung soal status ijazah Jokowi oleh wartawan Kompas TV, Damai terlihat menghindar. Padahal, dulu ia begitu percaya diri menyebutnya palsu.
Artikel Terkait
Siapkan Tas Darurat, Jangan Panik: Ini Barang Wajib untuk Antisipasi Isu Publik
Salam Ganesha yang Membawa Pulang: Sebuah Panggilan Setelah Dua Dekade
SBY Tegaskan AHY sebagai Satu-satunya Matahari yang Tentukan Arah Partai Demokrat
Gadis 13 Tahun Hilang Diduga Dibawa Kabur Pria yang Dikenal di TikTok