Sekolah Rakyat Prabowo: Upaya Konkret Atasi Ketimpangan Pendidikan?
Dari Jakarta, gelombang dukungan terus mengalir untuk program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, suara itu datang dari kalangan aktivis Muhammadiyah. Farid Idris, salah satu tokohnya, melihat inisiatif ini bukan sekadar program biasa. Ia menilai ini sebagai langkah strategis negara untuk membuka akses pendidikan sekaligus mengikis kemiskinan struktural yang sudah mengakar.
Bagi Farid, pendidikan adalah kunci pemutus rantai kemiskinan. Tapi ia menegaskan, yang dimaksud bukan pendidikan sekadar formalitas belaka.
Persoalannya selama ini, menurutnya, sangat mendasar. Bukan cuma soal kurikulum yang berubah-ubah, melainkan ketimpangan akses yang telanjang. Banyak anak dari keluarga miskin terpaksa berhenti sekolah. Biaya jadi alasan utama, ditambah jarak tempuh yang jauh dan fasilitas yang serba minim.
Nah, di sinilah Sekolah Rakyat hadir sebagai terobosan. Program ini dirancang untuk menjangkau mereka yang selama ini tersisih: anak dari keluarga miskin ekstrem, yang putus sekolah, atau yang tinggal di daerah terpencil dan padat penduduk.
Artikel Terkait
Keluarga Tahanan Venezuela Berjaga, Menuntut Bukti Nyata di Tengah Janji Pembebasan
Aktivis Dituding Oportunis Usai Bertemu Jokowi
Ugara Mati, Suara Rakyat Dikepung: Pemilu Panjang Umur Museveni
Demokrasi Mandek, Korupsi Merajalela: Ancaman Disintegrasi Mengintai Indonesia