Dua Bibit Siklon Mengintai, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

- Kamis, 15 Januari 2026 | 09:54 WIB
Dua Bibit Siklon Mengintai, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Cuaca di Indonesia lagi-lagi dalam pantauan ketat. Pasalnya, Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta saat ini mengawasi dua bibit siklon tropis yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca dan perairan kita. Meski keduanya diprediksi akan menjauh, dampak tidak langsungnya tetap perlu diwaspadai dalam 24 jam ke depan.

Bibit yang pertama, dinamai 91W, terpantau berkeliaran di Laut Filipina, tepatnya di sebelah utara Maluku Utara. Posisinya sekitar 9.4°LU – 129.4°BT. Menurut data BMKG yang dirilis Kamis (15/1), bibit ini punya kecepatan angin maksimum 56 km/jam dengan tekanan udara minimum 1002 hPa.

Nah, yang bikin waspada, bibit 91W ini punya peluang tinggi untuk tumbuh jadi siklon tropis penuh. Jalurnya diperkirakan mengarah ke barat laut kabar baiknya, menjauhi wilayah Indonesia. Tapi jangan senang dulu. Dampak tak langsungnya tetap bisa kita rasakan.

Wilayah seperti Gorontalo, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat. Di laut, kondisi juga perlu diantisipasi. Gelombang setinggi 1.25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi Timur, Laut Maluku, dan perairan sekitar Bitung hingga Biak utara. Bahkan di perairan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku, ombak bisa lebih ganas lagi, mencapai ketinggian 2.5 sampai 4 meter.

Di sisi lain Samudera Hindia, ada bibit siklon kedua yang diberi kode 96S. Posisinya di selatan Nusa Tenggara Barat, koordinat 13.6°LS – 117.3°BT. Kekuatannya terpantau lebih lemah, dengan angin maksimum 37 km/jam dan tekanan minimum 1002 hPa.

Berbeda dengan saudaranya di utara, peluang 96S untuk berkembang jadi siklon tropis dinilai rendah. Perkiraan pergerakannya adalah ke arah barat daya lagi-lagi, menjauhi Indonesia. Tapi sama seperti 91W, ia tetap meninggalkan jejak.

Dampaknya diperkirakan bakal menyentuh Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat dalam bentuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Untuk para nelayan dan pengguna laut, waspadai gelombang setinggi 1.25-2.5 meter di Selat Bali, Selat Lombok, Laut Sawu, hingga perairan selatan Pulau Sumba. Sementara di Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, bersiaplah menghadapi ombak yang lebih besar, berkisar antara 2.5 hingga 4 meter.

Menyikapi kondisi ini, BMKG mengeluarkan imbauan resmi.

“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,”

Intinya, meski pusat badainya menjauh, efek sampingnya jangan dianggap remeh. Lebih baik bersiap dari sekarang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar