Momen peninjauan itu juga dihadiri sejumlah tokoh. Wakil Gubernur Rano Karno hadir, begitu pula mantan Gubernur Sutiyoso atau yang akrab disapa Bang Yos. Kehadiran Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta Patris Yusrian Jaya dan perwakilan KPK, Brigjen Pol Bachtiar Ujang Purnama, turut menyemarakkan agenda.
Pramono secara khusus menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Kejati DKI dan KPK.
“Karena pada waktu itu, secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK, supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari,” tambahnya, menegaskan komitmen transparansi proyek ini.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan DKI punya prediksi yang cukup optimis. Kepala Dishub Syafrin Liputo menyebut pembongkaran tiang monorel ini bisa mendongkrak kinerja lalu lintas di Rasuna Said hingga 18 persen.
“Hasil asesmen kami, dengan ada penambahan satu lajur cepat dan dihilangkan median pemisah, akan ada perbaikan sekitar 18 persen unjuk kerja jaringan di Rasuna Said ini,” jelas Syafrin kepada awak media di lokasi.
Soal teknis, pekerjaan dirancang untuk minimalisir gangguan. Rekayasa lalu lintas dilakukan tanpa menutup jalan sepenuhnya. Semua dikerjakan pada malam hari, dengan skema satu tiang per malam.
Waktunya pun dipilih saat arus lalu lintas mulai sepi, yaitu dari pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB keesokan harinya. Penutupan lajur dilakukan secara bertahap, tentunya hanya di lajur lambat. Harapannya, aktivitas warga esok hari tidak terlalu terganggu oleh proyek pembenahan ini.
Artikel Terkait
Makan Bergizi vs Kuliah Gratis: Polemik Prioritas Anggaran yang Mengguncang
Keluarga Tahanan Venezuela Berjaga, Menuntut Bukti Nyata di Tengah Janji Pembebasan
Aktivis Dituding Oportunis Usai Bertemu Jokowi
Ugara Mati, Suara Rakyat Dikepung: Pemilu Panjang Umur Museveni