Randu Raksasa Tuksongo: Bertahan atau Tumbang demi Keselamatan?

- Kamis, 15 Januari 2026 | 07:48 WIB
Randu Raksasa Tuksongo: Bertahan atau Tumbang demi Keselamatan?

Dikunjungi karena Penasaran

Sejak viral, lokasi pohon ini ramai dikunjungi orang penasaran. Seperti Alamtaro, seorang pengunjung dari Sleman.

Dia mengaku kaget mendengar kabar penebangan. Baginya, pohon ini sudah jadi ikon Tuksongo. "Ikon wisata kebanggaan. Saya sering ke sini," katanya. Alamtaro meyakini ada unsur mistis di sana, tapi dia menangkap energi positif dari pohon tua itu. "Mengganggu tidak. Ada energi. Energinya positif."

Dilema di Balik Meja Kepala Desa

Polemik ini sebenarnya adalah tarik-ulur klasik antara melestarikan warisan dan menjamin keselamatan.

Dia merasa dilema. Di satu sisi, randu alas itu adalah ikon. Di sisi lain, keselamatan warga dan wisatawan tak bisa dikompromikan. "Jangan sampai karena sayang pada sesuatu, malah berdampak tak baik. Kalau ada kejadian, beban tanggungjawabnya ada di desa," ujarnya.

Pandangan Pakar: Getah Merah Itu Wajar

Lantas, bagaimana sebenarnya kondisi pohon ini dari kacamata ilmuwan? Hatma Suryatmojo, dosen dan peneliti dari Fakultas Kehutanan UGM, memberi penjelasan. Randu alas, katanya, adalah pohon perindang yang kuat dan bisa berumur sangat panjang, bahkan ratusan tahun.

Soal getah merah yang sempat bikin heboh, dia punya penjelasan sederhana. Itu hal yang alamiah. "Beberapa jenis randu memang getahnya macam-macam. Ada yang putih, ada yang merah. Mungkin itu termasuk randu yang getahnya merah. Jadi ya alamiahnya saja," tegasnya, mengubur anggapan-anggapan mistis.

Kini, semua mata tertuju pada hasil kajian Pemkab Magelang. Akankah sang raksasa tua itu diberi kesempatan untuk bertahan, atau harus tumbang demi alasan keamanan? Warga Tuksongo, dan mungkin kita semua, hanya bisa menunggu.


Halaman:

Komentar