Kasus pembajakan kapal penangkap ikan di perairan Gabon masih terus dipantau ketat. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan, pemerintah masih berupaya mendapatkan informasi terbaru soal nasib empat WNI yang menjadi korban penculikan dalam insiden di kapal IB FISH 7 itu. Peristiwa ini terjadi Minggu lalu, tanggal 11 Januari.
“Ya, ini kita lagi satu, memantau terus perkembangannya. Dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok (China),” ujar Sugiono di Kantor Kemlu, Rabu (14/1).
Dari dua belas awak kapal, sembilan orang dilaporkan diculik oleh para pembajak. Kabar yang sedikit melegakan, dua dari empat WNI korban diketahui masih aman dan berada di dalam kapal. Namun, nasib dua warga negara Indonesia lainnya masih gelap. Mereka belum diketahui keberadaannya sampai sekarang.
“Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua. Tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa,” katanya, dengan nada yang terdapat sedikit kekhawatiran.
Upaya koordinasi memang sedang digenjot. Selain dengan Kedutaan Besar China di Gabon, Kemlu juga mengandalkan KBRI Yaounde di Kamerun yang wilayah kerjanya mencakup Gabon. Sugiono mengaku menunggu laporan perkembangan situasi dari sana hampir setiap saat.
“Dan saya kira perwakilan kita di Yaounde juga sudah terus memonitor situasinya. Saya nunggu laporannya ya setiap jam lah, setiap ada update,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Seribu Taruna KKP Diterjunkan ke Medan Bencana Sumatra
Truk Angkut Beras Terjun ke Sungai di Genuk, Sopir Tewas Terjebak
AS Bentuk Komite Teknokrat Palestina untuk Kelola Gaza, Hamas Masih Jadi Tanda Tanya
Ferrari dan Harley Davidson Jadi Saksi Bisu di Sidang Suap Tipikor