KBA News Gelar Seminar, Bahas Peran Seni sebagai Penggerak Perubahan Sosial

- Selasa, 13 Januari 2026 | 17:25 WIB
KBA News Gelar Seminar, Bahas Peran Seni sebagai Penggerak Perubahan Sosial

KBA News Gelar Seminar Nasional "Sumbangsih Seni dan Budaya untuk Bangsa"

Portal berita KBA News punya acara menarik di awal tahun. Mereka akan mengadakan seminar nasional bertajuk "Sumbangsih Seni dan Budaya untuk Bangsa". Acara ini sekaligus jadi perayaan ulang tahun pertama rubrik Seni & Budaya mereka yang terbit perdana setahun lalu, tepatnya 5 Januari 2025.

Nah, seminar ini rencananya digelar Sabtu, 17 Januari 2026. Bertempat di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, acara bakal berlangsung dari pukul 13.30 sampai 17.00 WIB. Bukan cuma perayaan biasa, acara ini juga dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi untuk para pekerja budaya yang tak kenal lelah.

Menariknya, seminar ini menghadirkan sederet pembicara kompeten. Ada Prof Dr Ricardi S Adnan selaku sosiolog, Dr Maman S Mahayana yang dikenal sebagai kritikus sastra, dan Dr Ade Solihat, dosen sekaligus peneliti dari FIB UI. Yang bakal jadi keynote speaker adalah Menteri Kebudayaan RI, Dr Fadli Zon.

Ketua Panitia, Samari, menjelaskan latar belakang diadakannya acara ini. Ia bilang, kegiatan ini berangkat dari keyakinan bahwa seni dan budaya punya peran transformatif yang kuat.

“Seni dan budaya adalah cerminan jiwa bangsa,” ujarnya dalam rilis ke media, Rabu lalu.

Menurutnya, keduanya bukan sekadar hiburan atau warisan. Lebih dari itu, seni dan budaya bisa jadi agen perubahan sosial yang ampuh di tengah masyarakat. Mereka adalah media ekspresi yang mampu menembus batas-batas sosial, ekonomi, bahkan politik.

“Fokus utama kami adalah mendorong digunakannya seni dan budaya sebagai medium untuk menyuarakan isu-isu penting,” jelas Samari.

Dia ingin seni bisa mengedukasi publik dan memicu dialog kritis soal tantangan zaman sekarang. Selain itu, acara ini diharapkan bisa menciptakan ruang interaksi yang inklusif. Ruang di mana perbedaan justru diapresiasi, dan lewat partisipasi kreatif bersama, rasa persatuan bisa makin kuat.

“Dan menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menjadi penikmat pasif,” tambahnya.

Harapannya, anak muda mau jadi kontributor aktif dalam pembangunan sosial lewat karya seni dan kegiatan budaya. Samari berharap inisiatif ini bisa jadi pemantik gerakan perubahan positif, di mana apresiasi terhadap seni berjalan seiring dengan meningkatnya kesadaran sosial.

“Semoga upaya kita bersama dapat memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa,” harapnya.

Di sisi lain, Samari melihat konteks zaman sekarang. Di tengah gempuran globalisasi dan modernisasi yang deras, peran seni dan budaya justru kian krusial. Fungsinya melampaui sekadar estetika atau tontonan.

Keduanya adalah alat refleksi, komunikasi, dan edukasi. Yang terpenting, bisa jadi katalisator untuk perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Saat ini masyarakat dihadapkan pada banyak masalah kompleks; mulai dari intoleransi, krisis lingkungan, sampai ketimpangan sosial.


Halaman:

Komentar