Menhan Sjafrie Tegaskan: Karir TNI Kini Ditentukan Prestasi di Lapangan, Bukan di Atas Kertas

- Selasa, 13 Januari 2026 | 17:24 WIB
Menhan Sjafrie Tegaskan: Karir TNI Kini Ditentukan Prestasi di Lapangan, Bukan di Atas Kertas

Selasa (12/1) lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambangi Batalyon Teritorial 827 di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Kunjungannya bukan sekadar seremonial belaka. Di hadapan para prajurit, ia menyampaikan pesan tegas: karir di TNI ke depan akan ditentukan oleh kemampuan nyata di lapangan, bukan sekadar prosedur biasa.

“Pembinaan personel ke depan berdasar meritokrasi, tak lagi konvensional pakai normatif,” ujar Sjafrie saat meninjau area Marshalling Yon TP 827.

Ia melanjutkan, “Tapi berdasar siapa punya peluang untuk tampil, berdasar kapabilitas dan juga kapasitasnya, maka dia akan didorong.”

Pernyataan itu jelas mengisyaratkan perubahan besar. Pola lama, menurutnya, sudah waktunya ditinggalkan.

Di sisi lain, peran komandan batalyon jadi kunci utama dalam skema baru ini. Mereka lah yang paling tahu, yang setiap hari melihat langsung bagaimana prajuritnya bekerja. Penilaian tak lagi bisa mengandalkan berkas di meja, melainkan harus berasal dari pengamatan di lapangan.

“Jadi, kita lihat anggota itu tidak di atas kertas, tapi yang di lapangan,” tegas Menhan.

Sjafrie tampaknya yakin betul dengan arah perubahan ini. Ia memperkirakan pola meritokrasi ini nantinya akan diadopsi secara luas, mulai dari lingkungan Mabes TNI hingga Angkatan Darat. Namun begitu, ia menegaskan bahwa semangat ini sebenarnya sudah digariskan dari atas.

“Saya kira nanti Mabesad dan Mabes TNI akan jadikan itu pola kebijakan umum,” pungkasnya.

“Tapi di dalam menentukan kebijakan nasional ini sudah jadi kebijakan presiden. Bahwa pembinaan personal itu tak lagi normatif, tapi secara eksploratif.”

Suasana di lokasi kunjungan terasa hangat, namun serius. Pesannya jelas: era baru, dengan tolok ukur yang lebih nyata, tengah dimulai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar