Catatan 10 Juta Penumpang Angkutan Umum Warnai Arus Mudik Nataru 2025

- Minggu, 28 Desember 2025 | 03:20 WIB
Catatan 10 Juta Penumpang Angkutan Umum Warnai Arus Mudik Nataru 2025

Angka yang keluar dari Kementerian Perhubungan cukup mencengangkan. Selama momen libur Natal dan tahun baru 2025/2026, tercatat lebih dari sepuluh juta orang memilih angkutan umum untuk bepergian. Hitungannya dimulai sejak tujuh hari sebelum Natal hingga sehari sesudahnya.

Menurut Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, jumlahnya mencapai 10.117.847 penumpang.

"Sepuluh juta orang telah melakukan perjalanan dengan angkutan umum selama Nataru 2025/2026. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama," ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/12/2025).

Dia menambahkan, pihaknya tak henti-hentinya mengingatkan operator untuk memperketat pengawasan. "Masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca," tambah Ernita.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 4,85%. Periode Nataru 2024/2025 'hanya' mencatat 9,6 juta lebih penumpang.

Lalu, moda transportasi apa saja yang paling ramai? Rinciannya begini: kereta api mengangkut 3,5 juta lebih penumpang, disusul penyeberangan 1,7 juta, dan angkutan laut sekitar 880 ribu. Untuk jalur udara, pesawat terbang membawa 2,4 juta orang, sementara bus dari terminal tipe A dan B mengangkut 1,5 juta penumpang.

Pergerakan kendaraan pribadi juga luar biasa padat. Pantauan Posko Pusat mencatat, dari gerbang Tol Jakarta saja, kendaraan yang keluar mencapai 1,58 juta unit. Yang masuk sedikit lebih rendah, 1,48 juta unit.

Di kawasan Jabodetabek, lalu lintas di tol benar-benar hiruk-pikuk dengan 4 juta lebih kendaraan melintas. Sementara gerbang tol di luar Jabodetabek juga tak kalah sibuk, mencatat pergerakan sekitar 3,3 juta kendaraan.

"Kami sudah antisipasi kemacetan ini," jelas Ernita. Menurutnya, sudah ada Surat Keputusan Bersama untuk manajemen lalu lintas di tol. Pengaturannya nanti disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan oleh Korlantas Polri.

Bagaimana dengan jalan arteri? Di ruas Jabodetabek, kendaraan keluar tembus 4,7 juta, masuk 4,2 juta. Sementara di arteri non-Jabodetabek, lintasannya malah lebih tinggi, nyaris menyentuh 4,8 juta kendaraan.

Di sisi lain, cuaca belakangan ini kerap tak menentu. Menyikapi hal itu, Kemenhub mengajak masyarakat untuk benar-benar mempertimbangkan faktor alam saat bepergian. Koordinasi dengan BMKG dan instansi lain terus digenjot untuk mengantisipasi gangguan.

Pesan terakhir dari Ernita cukup jelas. "Bagi masyarakat yang sedang bepergian dan berlibur, kami imbau untuk selalu berhati-hati," katanya.

Dia menekankan, penting sekali untuk terus memperbarui informasi cuaca dan kepadatan lalu lintas. "Manfaatkan nomor darurat atau media sosial resmi, dan yang paling penting, patuhi arahan petugas di lapangan," pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar