Trump Buka Peluang Bertemu Maduro Bahas Ketegangan Militer AS-Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk mengadakan pertemuan langsung dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pernyataan ini disampaikan di tengah memanasnya hubungan bilateral kedua negara yang dipicu oleh isu perdagangan narkotika.
Ketegangan antara Washington dan Caracas semakin meningkat setelah Trump memerintahkan operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba dari Venezuela menuju AS. Dalam konferensi pers di Oval Office, Trump secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk berdialog dengan pemimpin Venezuela tersebut.
"Saya terbuka untuk berbicara dengannya kapan saja," tegas Trump seperti dilaporkan oleh media internasional, Selasa (18/11). Meskipun membuka pintu diplomasi, Trump secara simultan meningkatkan kehadiran militer AS di perairan Karibia sebagai bagian dari operasi pemberantasan narkoba.
Presiden AS itu juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan eskalasi militer lebih lanjut. Ketika ditanya mengenai kemungkinan penempatan pasukan darat di Venezuela, Trump menjawab, "Saya tidak mengesampingkan opsi itu. Saya tidak mengesampingkan segala kemungkinan."
Pemerintah Venezuela telah menuduh Amerika Serikat melakukan upaya perubahan rezim melalui peningkatan postur militer di wilayah tersebut. Tuduhan ini disampaikan menyusul dikerahkannya armada kapal induk, kapal perang, dan pesawat tempur siluman oleh AS. Sebaliknya, pemerintah AS menuduh Maduro memimpin organisasi kartel narkoba yang tergolong sebagai teroris.
Isu serupa juga berkembang mengenai hubungan AS-Meksiko, dimana Trump menyatakan kekecewaannya atas penanganan kartel narkoba oleh pemerintah Meksiko. Presiden AS tersebut membuka kemungkinan dilakukannya operasi militer serupa di wilayah Meksiko jika dinilai diperlukan.
"Apakah saya akan mengizinkan operasi untuk memberantas narkoba? Saya tidak keberatan. Segala cara akan kita tempuh untuk menghentikan peredaran narkoba," tegas Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan intervensi di Meksiko.
Trump menambahkan, "Saya tidak mengatakan bahwa kita akan melakukannya, tapi saya dengan senang hati akan melakukannya. Karena dengan tindakan tegas itu, kita dapat menyelamatkan jutaan nyawa."
Artikel Terkait
Mentan Amran Bantah Narasi Negatif soal PSN Pangan di Papua Selatan, Tegaskan Program untuk Ketahanan Pangan Nasional
Amerika Serikat Bantai Paraguay 4-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026, Catat Rekor Baru
Gubernur Sulsel Resmikan Rehabilitasi Irigasi Bengo Paket 2 untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian di Bone
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, Galeri24 dan UBS Tak Bergerak