Menhan Tinjau Batalyon di Muara Tae, Periksa Senjata hingga Koneksi Internet

- Selasa, 13 Januari 2026 | 14:12 WIB
Menhan Tinjau Batalyon di Muara Tae, Periksa Senjata hingga Koneksi Internet

Pada Selasa siang (13/1), suasana di Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur, tampak berbeda. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hadir untuk meninjau langsung kondisi Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 827. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi prajurit yang bertugas di sana.

Sekitar pukul 14.00 WITA, helikopter yang membawa Menhan mendarat di marshalling area. Langsung disambut formasi jajar kehormatan dari pasukan Yon TP 287. Komandan Batalyon, Letnan Kolonel Syarifudin Sinaga, yang memimpin penyambutan itu.

Tak sendirian, Sjafrie datang bersama dua petinggi TNI. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Wakasad Letjen Muhammad Saleh Mustafa turut mendampingi dalam peninjauan ini.

Menariknya, di barisan pasukan yang berdiri tegak, terlihat beberapa wajah baru. Ada sejumlah perwira muda yang baru lulus dari Akademi Militer tahun 2025, berdampingan dengan perwira dari bidang pertanian. Kombinasi yang cukup unik.

Usai menerima penghormatan, Sjafrie tak langsung masuk ke ruang paparan. Ia justru mendekati barisan, memeriksa kelengkapan para prajurit satu per satu. Perhatiannya tertuju pada senapan yang dipegang salah seorang anggota.

"Ini baru ya?" tanyanya, sambil memegang laras senjata.

"Siap, baru bapak," jawab prajurit tersebut dengan sigap.

Senjata yang menarik perhatian Menhan itu adalah jenis ARQ 160. Sebuah senapan serbu modern yang kini menjadi perlengkapan standar.

Setelah itu, barulah acara inti dimulai. Sjafrie menerima paparan mendetail soal perkembangan batalyon. Pembahasannya luas, mulai dari urusan teknis seperti kelengkapan peralatan, hingga hal-hal yang menyentuh langsung kehidupan prajurit di lapangan.

Ia benar-benar memastikan semua aspek terpenuhi. Mulai dari kondisi rumah tinggal, ketersediaan alat pendukung operasi, logistik harian, sampai hal yang di zaman sekarang dianggap vital: ketersediaan koneksi internet. Kehadiran wifi Starlink di lokasi terpencil itu pun turut dicek. Baginya, kesejahteraan prajurit adalah prioritas, tak cuma soal senjata dan peluru.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar