"Alhasil, yang tersisa untuk relawan cuma tiket kelas bisnis dengan harga selangit," jelas Budi.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa kemacetan ini hanya sementara. "Sekarang semuanya sudah kembali seperti biasa. Para relawan sudah bisa terbang langsung ke Medan tanpa kendala berarti. Kalau tujuan akhirnya Aceh sih sebenarnya lebih mudah," pungkasnya.
Sebelumnya, Budi sempat mengungkap kendala biaya yang menghambat pengiriman relawan medis. Relawan dari berbagai latar pemda, rumah sakit, kampus, sampai IDI berbondong-bondong ingin membantu. Tapi harga tiket langsung ke Sumatera saat itu benar-benar menguras kocek.
"Akhirnya ya terpaksa, yang penting bisa jalan, kita cari akal lewat Malaysia. Tiketnya jauh lebih murah, sekitar dua sampai tiga juta rupiah," tutur Budi.
Pengalaman itu yang kemudian mendorongnya mengusulkan kebijakan khusus: diskon tiket pesawat untuk relawan bencana. Agar di masa mendatang, niat baik membantu tak lagi terbentur harga tiket yang tak terjangkau.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana dan Pemecatan Massal: Klarifikasi atau Jurang Baru?
PDIP Usung 21 Rekomendasi dan Tolak Tegas Pilkada Lewat DPRD
Pemecatan Massal TPUA, Sinyal Klarifikasi Eggi Sudjana Usai Bertemu Jokowi
Kepala Sekolah Lampung Murka, Tempe dan Anggur Busuk Ditemukan di Menu Gizi Gratis