Harga tiket pesawat yang melambung tinggi sempat memaksa relawan kesehatan mengambil rute berputar lewat Malaysia untuk sampai ke lokasi bencana di Sumatera. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, situasi genting itu terjadi bertepatan dengan puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru. Untungnya, kondisi sekarang sudah berangsur normal.
Budi membeberkan, saat itu tekanan untuk mendatangkan tenaga kesehatan ke wilayah terdampak benar-benar luar biasa. Bayangkan saja, ada seribu titik pengungsian plus ratusan desa yang terisolasi dan harus segera mendapat pelayanan. Tenaga kesehatan lokal di Aceh sendiri sedang menghadapi masalah berat, karena banyak dari rumah mereka yang hilang diterjang bencana.
"Mereka juga masih pusing memikirkan nasib sendiri. Jadi kita harus cepat kirim bantuan dari luar," kata Budi dalam sebuah konferensi pers daring, Senin (12/1).
Skema pengiriman relawan pun dijalankan secara rotasi tiap dua pekan. Jumlahnya tidak main-main, mencapai ratusan bahkan mendekati seribu orang setiap minggunya. "Ya harus berputar terus seperti itu," ujarnya.
Nah, masalah transportasi muncul karena akses logistik utama justru melalui Medan, bukan Banda Aceh. Semua relawan berdatangan ke kota itu. Lalu, datanglah masa liburan akhir tahun. Bandara ramai oleh penumpang biasa yang memanfaatkan diskon tiket dari pemerintah. Kursi pesawat pun jadi barang langka.
Artikel Terkait
LPDP Tegaskan Awardee Wajib Jaga Nama Baik Indonesia dan Kembali untuk Mengabdi
Levis Ajak Konsumen Bijak Gunakan THR untuk Belanja Fashion yang Awet
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone
Bupati Bone Resmikan Kios Tani dan Pangan Maberre di Dinas Peternakan