BMKG Ungkap Penyebab Hujan Masih Guyur Ibu Kota hingga Aceh

- Senin, 12 Januari 2026 | 20:48 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Masih Guyur Ibu Kota hingga Aceh

Selasa besok, langit di atas Ibu Kota dan sejumlah wilayah lain masih akan mendung dan diguyur hujan. Menurut BMKG, intensitasnya diperkirakan sedang. Tidak hanya Jakarta, wilayah seperti Aceh dan Sumatera Utara juga bakal merasakan hal serupa.

Lalu, apa penyebabnya? Ternyata ada beberapa faktor yang berperan. Fase negatif El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang mengindikasikan La Niña lemah sedang menguat. Kondisi ini, kata BMKG, bisa menambah pasokan uap air di atmosfer kita, yang pada akhirnya memicu tumbuhnya awan-awan hujan.

Tak cuma itu, suhu permukaan laut di beberapa perairan lokal yang masih hangat juga ikut menyumbang kelembapan.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air,”

jelas Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG, dalam keterangan resminya pada Senin.

Di sisi lain, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih aktif melintasi kawasan timur Indonesia, mulai dari Kalimantan Utara hingga Papua. Kehadirannya ini berpotensi besar mendongkrak pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

“Selain itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Laut Sulu, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Papua Selatan, dan Laut Arafuru, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut,”

tambah Andri.

Faktor lain yang patut diwaspadai adalah bibit siklon 91W yang terpantau berkeliaran di Samudra Pasifik utara Papua. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dengan tekanan udara minimum 1007 hPa. Keberadaannya, ditambah dengan daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di banyak wilayah, dari Riau hingga Papua, semakin mendukung kondisi untuk hujan.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut,”

ujarnya.

Nah, untuk periode 13 sampai 15 Januari 2026, BMKG memetakan prakiraan cuaca seperti ini:

Hujan Intensitas Sedang berpeluang terjadi di banyak daerah. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, melintang ke Jambi, Sumatera Selatan, hingga Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan tentu saja DKI Jakarta juga termasuk. Di bagian timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, serta hampir seluruh wilayah Papua berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang meningkat dari ringan ke sedang.

Sementara itu, Hujan Lebat Disertai Petir perlu diantisipasi oleh warga di Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Papua Pegunungan. Cuaca ekstrem ini bisa datang tiba-tiba.

Yang juga perlu diwaspadai adalah Hujan Lebat Disertai Angin Kencang. Wilayah yang berpotensi mengalaminya cukup luas, mencakup Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. Di pulau Jawa, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta DIY berisiko. Begitu pula Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, dan lagi-lagi hampir seluruh wilayah Papua. Warga di daerah-daerah ini disarankan untuk lebih berhati-hati.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar