Sepanjang tahun 2025, Kementerian Perdagangan ternyata kebanjiran laporan dari konsumen. Tercatat, ada 7.887 laporan yang masuk ke Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN). Angka yang cukup besar, bukan?
Nah, dari ribuan laporan itu, mayoritasnya adalah pengaduan tepatnya 7.526 kasus. Sisanya, 258 pertanyaan dan 103 informasi. Menariknya, hampir semua berhasil ditangani. "Sebanyak 7.853 laporan, atau 99 persen, sudah kami selesaikan," jelas Direktur Jenderal PKTN, Moga Simatupang, lewat keterangan tertulis pada Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, masih ada 34 pengaduan yang tersisa. Kasus-kasus ini berasal dari sektor elektronik, kendaraan bermotor, dan jasa pariwisata. Proses penyelesaiannya masih berjalan.
Lantas, apa sih yang paling banyak dikeluhkan? Ternyata, masalahnya berpusat pada transaksi daring. Bayangkan, dari total laporan, 7.836 di antaranya terkait perdagangan elektronik. Artinya, 99 persen masalah konsumen tahun lalu bersumber dari belanja online.
Kalau dirinci, untuk produk elektronik dan kendaraan bermotor, keluhannya klasik: barang yang datang tidak sesuai pesanan, cepat rusak, atau susahnya mengklaim garansi di service center. Pokoknya, bikin jengkel.
Di sisi lain, sektor sistem pembayaran juga tak kalah ribut. Konsumen banyak mengeluhkan soal isi ulang saldo yang bermasalah. Gangguan dalam penggunaan paylater dan kartu kredit juga kerap jadi sumber masalah.
Artikel Terkait
Knesset Bergemuruh: Seruan Pendudukan Gaza Langgar Rencana Damai AS
Zahra Muzdalifah Bocorkan Resep Pelatih Ideal untuk Garuda Pertiwi
Surat Harapan Nusyifa untuk Prabowo di Tengah Peresmian Sekolah Rakyat
Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja Transportasi Mulai 2026