Kedubes Iran di Jakarta Kecam Serangan AS-Israel, Ancam Beri Respons Tegas

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:55 WIB
Kedubes Iran di Jakarta Kecam Serangan AS-Israel, Ancam Beri Respons Tegas

JAKARTA – Suara keras kecaman dilayangkan Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Sasaran kemarahan mereka adalah Amerika Serikat dan Israel, yang disebut telah melancarkan serangan pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Menurut pernyataan resmi yang beredar, serangan itu tak main-main: menyasar lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran, plus beberapa kota lain.

“Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, dalam suatu tindakan agresi lainnya, telah melakukan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran serta beberapa kota lainnya, sehingga melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran,”

Begitu bunyi pernyataan tertulis dari Kedubes Iran. Mereka tak ragu menyebutnya sebagai agresi. Lebih dari itu, sebuah pelanggaran serius terhadap kedaulatan.

Nah, menurut mereka, serangan ini jelas-jelas melanggar aturan main internasional, tepatnya Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB. Karena itu, Iran merasa punya hak penuh untuk membela diri, sebuah hak yang dijamin Pasal 51 Piagam yang sama. Dan mereka bertekad untuk menggunakan hak itu.

“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat terhadap agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat,”

Begitu pernyataan itu menegaskan. Nada ancamannya jelas, tak bisa disangkal.

Di sisi lain, Iran juga menyoroti peran Dewan Keamanan PBB. Mereka menekankan, dewan ini punya tanggung jawab besar. Harus segera mengambil langkah atas apa yang mereka duga sebagai pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional. Iran secara khusus meminta Ketua dan seluruh anggota DK PBB untuk bertindak cepat menghadapi apa yang disebutnya "agresi terang-terangan" Israel.

Pernyataan itu tak berhenti di situ. Kedubes Iran di Jakarta juga melontarkan kritik yang lebih luas. Mereka menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan AS dan Israel selama puluhan tahun terakhir melanggar Piagam PBB, hukum internasional, bahkan hak asasi manusia dan hukum humaniter. Bagi Iran, tindakan Washington dan Tel Aviv bukan cuma masalah bilateral. Ini ancaman serius yang bisa menggoyang stabilitas regional dan dunia.

Terakhir, ada harapan yang ditujukan ke Indonesia. Iran berharap pemerintah dan rakyat Indonesia, para tokoh politik, organisasi keagamaan dan Islam, kalangan kampus, hingga rekan-rekan media bisa bersuara lantang. Mengecam secara tegas dan terbuka dimulainya perang serta agresi terhadap wilayah mereka.

Suasana di Jakarta sendiri tampak tenang. Namun pernyataan diplomatik yang keras ini jelas menyisakan pertanyaan tentang bagaimana dinamika global akan bergerak ke depannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar