Bahkan, untuk sekadar tidur, meja-meja pun disusun jadi kasur. Itulah kenyataan pahit yang mereka jalani hari demi hari.
Jalan Utama yang Terus Tenggelam
Persoalan lain adalah terputusnya akses. Jalan Makam di Desa Keramat Baru itu vital, menghubungkan Martapura dengan Banjarbaru. Tapi sejak pertengahan Desember tahun lalu, jalan itu hilang ditelan air.
“Tinggi air di jalan masih sepaha orang dewasa. Jangankan roda dua, roda empat pun tidak bisa melintas di jalan ini,” jelas Asun.
Ini bukan kejadian sekali dua kali. Jalan ini langganan banjir setiap tahun, dengan genangan yang bisa bertahan berbulan-bulan. Wacana perbaikan dari Pemkab Banjar sempat mencuat, tapi sepertinya hanya wacana. Realisasinya nihil.
Harapan warga sebenarnya sederhana, tapi mendasar. Mereka ingin solusi permanen.
“Kita berharap ada solusi dari pemerintah agar banjir tidak lagi terjadi. Jadi bukan hanya bantuan saat banjir, namun pencegahan terjadinya banjir menjadi PR untuk Pemkab Banjar,”
Harapannya jelas: pencegahan, bukan sekadar penanganan darurat. Itulah PR besar yang masih menunggu untuk diselesaikan.
Artikel Terkait
Yaqut Ditahan, Erick Sitompul Soroti Kinerja KPK dan Polemik Kuota Haji
BMKG: Bibit Siklon Tropis 91W Diprediksi Menjauh, Tetap Waspada Dampak Cuaca Ekstrem
Analisis Dokter Tifa: Obsesi dan Paranoia di Balik Cuitan Fufufafa
Transjakarta Minta Maaf, Pria Tunanetra Terperosok Selokan Usai Turun dari Transcare