Keracunan massal melanda 261 penerima program makan bergizi gratis di Kabupaten Mojokerto. Mereka adalah para pelajar dan santri. Kejadian ini memicu keprihatinan serius.
Menurut sejumlah saksi, semua bermula pada Jumat, 9 Januari 2026. Menu hari itu adalah soto ayam, disiapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03. Tak lama setelah menyantapnya, ratusan orang itu mulai merasa tak enak badan.
Gejalanya beragam: mual, muntah-muntah, diare, dan demam. Kondisi itu memaksa mereka dilarikan ke beberapa rumah sakit. RSUD Prof. dr. Soekandar di Mojosari menjadi tempat perawatan bagi mayoritas korban.
Merespons kejadian ini, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak langsung turun tangan. Ia meninjau posko pelayanan kesehatan yang didirikan di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Desa Singowangi, Kutorejo.
“Ini tentu sesuatu yang kita semua memberikan atensi maksimal,” tegas Emil, seperti dilansir Antara, Minggu (11/1).
“Agar para siswa-siswi atau penerima manfaat yang terdampak secara medis bisa mendapat penanganan terbaik,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Fiorentina Lolos Dramatis Usai Dihajar Hattrick Mazurek di Liga Konferensi Eropa
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat