Kunjungan kerja ini ternyata dihadiri oleh banyak pejabat tinggi. Tampak hadir Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Mensos Saifullah Yusuf, dan Seskab Teddy Indra Wijaya juga turut mendampingi. Rombongan yang cukup lengkap, menunjukkan betapa pentingnya program ini.
Mengenal Sekolah Rakyat
Lalu, apa sebenarnya Sekolah Rakyat ini? Intinya, ini adalah program pendidikan gratis berbasis asrama untuk jenjang SD sampai SMA. Sasaran utamanya jelas: anak-anak dari keluarga kurang mampu, bahkan yang masuk kategori miskin ekstrem. Cita-citanya mulia, yakni memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Yang menarik, pengelolaannya tidak sepenuhnya dibawah Kemendikbud. Justru Kementerian Sosial yang memegang peran utama, tentu saja dengan dukungan dari kementerian dan lembaga lain yang terkait. Model kolaborasi seperti ini yang diharapkan bisa menjawab persoalan secara lebih komprehensif.
Ke depan, ambisinya cukup besar. Pemerintah menargetkan pada awal 2026 nanti, sudah ada sekitar 500 titik Sekolah Rakyat yang beroperasi di seluruh penjuru Indonesia. Sebuah langkah konkret yang patut ditunggu perkembangannya.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Guru Sekolah Rakyat Tampil Rapi, Bisa Libatkan TNI-Polri
Di Balik Pasal 397 KUHP Baru: Perlindungan atau Kriminalisasi bagi Nikah Siri?
Enam Jam Terjebak Macet: Perjalanan Cibinong-Kuningan yang Berubah Jadi Ujian Kesabaran
Anggaran Rp113 Miliar untuk Penataan Rasuna Said Dikritik: Mark Up atau Hitungan Keliru?