Suasana malam di Luwu berubah jadi mimpi buruk bagi sebuah keluarga. Mereka jadi sasaran amuk tujuh pemuda, hanya karena nyaris bersenggolan di jalan. Padahal, keluarga itu sedang berusaha menghindari demo yang memblokade jalan utama.
Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Luwu, Iptu Ibnu Robbani, semuanya berawal dini hari, Senin 26 Januari 2026. Sekitar pukul tiga pagi, Andi Reski membawa istri dan ketiga balitanya menyusuri Kecamatan Walenrang Utara. Mereka terpaksa cari jalan lain lantaran akses utama ditutup massa yang demo soal pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Mobil Hilux yang mereka tumpangi pun belok ke Lorong Karumbing di Desa Marabhana. Di situ, mobil hampir saja menyenggol seorang pemuda yang naik motor.
Meski Andi Reski langsung berhenti dan minta maaf, rupanya itu tak cukup. Kelompok pemuda itu malah membuntuti mereka hingga ke Kelurahan Bosso. Di sana, aksi brutal dimulai.
"Korban mengalami kerugian materil sekitar Rp 40 juta,"
Ibnu Robbani menyebutkan hal itu kepada awak media, Selasa (27/1). Kerugian sebesar itu wajar saja. Mobilnya dihajar batu, kaca-kacanya pecah berantakan. Tak cuma itu, Andi Reski juga dipukul di kepala sampai alisnya robek dan matanya lebam.
Tapi yang paling mengerikan justru terjadi pada istri dan anak-anaknya. Setelah mobil diadang, salah satu pelaku dengan sadis menyiramkan air panas dari termos ke arah mereka. Air mendidih itu mengenai istri Andi, Andi Aminah (44), dan ketiga balitanya yang masih berusia 4 tahun, 2 tahun, dan 8 bulan.
Akibatnya, luka bakar serius diderita ibu dan ketiga anak kecil itu. Mereka sekarang terbaring di rumah sakit, menjalani perawatan intensif. Sementara tujuh pelaku yang terlibat sudah berhasil diamankan polisi.
Kisah ini jadi pengingat pahit. Sebuah keluarga yang hanya ingin pulang dengan selamat, justru menemui kekerasan tak terduga di jalan sepi. Semua bermula dari sebuah insiden kecil yang dibalas dengan kebrutalan yang sulit dicerna akal sehat.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta