Suasana di luar kediaman Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Minggu (11/1) lalu, ramai oleh suara teriakan. Sekitar dua ribu orang berkumpul, memenuhi jalanan London dengan satu tuntutan: perubahan rezim di Iran.
Lautan bendera berkibar-kibar di udara dingin. Warna hijau, putih, dan merah bendera Iran berbaur dengan biru-putih Israel dan Union Jack Inggris. Di tengah kerumunan, simbol-simbol dukungan untuk Reza Pahlavi putra mendiang Shah terakhir yang hidup di pengasingan juga terlihat mencolok.
Poster bergambar wajahnya dibawa oleh sejumlah peserta. Bagi banyak yang hadir, Pahlavi dianggap sebagai figur penting, meski oposisi Iran sendiri masih terpecah belah.
Di balik aksi ini, Organisasi Stop the Hate memainkan peran kunci. Kelompok yang dikenal kerap mengoordinasikan demonstrasi pro-Israel itu menyediakan panggung dan mengatur jalannya acara. Dari atas panggung itulah, para pembicara menyampaikan pidato membara kepada massa yang menyimak.
Artikel Terkait
Bagnaia Gagal Lolos Q2, Bezzecchi Kuasai Pole MotoGP Thailand 2026
Kekecewaan Cinta Diduga Jadi Pemicu Penganiayaan Mahasiswi UIN Suska Riau
43 WNI di Afghanistan Dinyatakan Aman Meski Konflik dengan Pakistan Memanas
Veda Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 di Seri Perdana Thailand