Sayangnya, nasib sial menimpa lagi. Banjir bandang kembali melanda pada Senin (5/1/2026), tepatnya di kilometer 83 wilayah Gampong Lokop. Akibatnya, jalur darurat yang baru dibangun itu rusak dan putus lagi. Akses transportasi warga dan distribusi logistik pun kembali macet.
Tapi tim di lapangan tak menyerah. Penanganan darurat lanjutan segera digeber dan, dalam waktu kurang dari lima hari, jalur itu berhasil dipulihkan. Sabtu (10/1/2026) lalu, dilakukan uji fungsi. Hasilnya? Jalan darurat itu bisa dilalui, mulai dari sepeda motor, mobil, sampai kendaraan berat jenis DT-Hercules.
Meski sifatnya masih darurat, berfungsinya kembali jalur di Lokop ini sudah sangat membantu. Aksesibilitas wilayah mulai pulih, mobilitas penduduk lancar, dan logistik bisa kembali bergerak. Ini jadi langkah penting transisi dari fase darurat menuju pemulihan.
Ke depan, di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah berencana menangani jalur strategis ini secara permanen. Infrastruktur jalan yang dibangun nanti diharapkan lebih andal dan tahan bencana, mengacu pada prinsip Build Back Better. Harapannya, kejadian terputusnya akses seperti ini tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Di Balik Gaduh KUHP Baru: Ketika Hukum Berubah Jadi Hantu di Ruang Publik
Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Pidie Aceh Pagi Ini
Jakarta Diguyur Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir Mengancam
ASEAN Buka Pintu untuk Mata Uang BRICS, Dominasi Dolar Mulai Tergoyang?