Ia melanjutkan, peluang untuk ibadah tentu tetap ada. Tapi jika dihadapkan pada pilihan yang sulit, mana yang harus didahulukan, jawabannya sudah pasti.
"Jika pada satu saat ada pilihan, apakah harus menjalankan ritual haji ataukah harus layani jemaah, sudah jelas pilihannya: layani jemaah," tegas Gus Irfan.
Ia pun memberikan contoh yang sangat konkret. Bayangkan, saat seorang petugas bersiap untuk ibadah, tiba-tiba ada jemaah yang membutuhkan pertolongan. Apa yang harus dilakukan?
"Tunda ibadahnya. Tolong jemaah terlebih dahulu," pesannya.
Gus Irfan bahkan menyisipkan bahasa Jawa untuk penekanan. "Demikian juga sehari-hari. Ketika mau berangkat, panjenengan mau salat di Masjidil Haram, terus bilang 'Sik, saya mau salat dulu'? No way."
"Layani jemaah dulu," tutupnya dengan nada yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Pertamina Enduro Juara Proliga Usai Drama Lima Set Melawan PLN
Stuttgart Hajar Hamburg 4-0 dalam Dominasi Mutlak di Bundesliga
Satgas Cartenz 2026 Ungkap Ladang Ganja 226 Batang di Pegunungan Bintang
IHSG Melonjak 2,07%, Catat Kenaikan Mingguan Lebih dari 6%