Ia melanjutkan, peluang untuk ibadah tentu tetap ada. Tapi jika dihadapkan pada pilihan yang sulit, mana yang harus didahulukan, jawabannya sudah pasti.
"Jika pada satu saat ada pilihan, apakah harus menjalankan ritual haji ataukah harus layani jemaah, sudah jelas pilihannya: layani jemaah," tegas Gus Irfan.
Ia pun memberikan contoh yang sangat konkret. Bayangkan, saat seorang petugas bersiap untuk ibadah, tiba-tiba ada jemaah yang membutuhkan pertolongan. Apa yang harus dilakukan?
"Tunda ibadahnya. Tolong jemaah terlebih dahulu," pesannya.
Gus Irfan bahkan menyisipkan bahasa Jawa untuk penekanan. "Demikian juga sehari-hari. Ketika mau berangkat, panjenengan mau salat di Masjidil Haram, terus bilang 'Sik, saya mau salat dulu'? No way."
"Layani jemaah dulu," tutupnya dengan nada yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Polri Dampingi Keluarga Korban dan Pastikan Proses Hukum Kasus Brimob Tewaskan Pelajar di Tual
Jadwal Buka Puasa Batam Hari Ini: Maghrib Pukul 18.23 WIB
Anggota DPR Hidayat Nur Wahid Desak Pemerintah Tinjau Ulang Perjanjian Dagang dengan AS Soal Jaminan Halal
BMKG Prakirakan Hujan Seharian di Makassar dan Sekitarnya pada 27 Februari