Di sisi lain, Anis Matta menekankan bahwa persoalan Somaliland seharusnya diselesaikan oleh Somalia sendiri, lewat dialog internal. Ia pun mendorong OKI untuk tak tinggal diam. “Kami mendorong agar OIC Contact Group on Somalia diaktifkan kembali,” katanya, seraya menambahkan bahwa peran kelompok itu perlu diperkuat untuk menjaga integritas wilayah Somalia.
Sebelum pertemuan puncak ini, sebenarnya Indonesia sudah bergerak. Jakarta bergabung dalam pernyataan bersama yang diprakarsai Mesir, didukung 22 negara lain plus OKI dan GCC. Isinya sama: menolak pengakuan Israel dan mendukung keutuhan Somalia.
Pertemuan di Jeddah itu sendiri dihadiri 39 negara. Dari jumlah itu, sebelas di antaranya mengirimkan menteri luar negerinya. Hasilnya? Forum tersebut melahirkan dua resolusi penting. Salah satunya secara khusus menolak pengakuan Israel dan berkomitmen mendukung Somalia mengatasi implikasi dari keputusan tersebut.
Jadi, dari Jeddah, pesannya jelas. Indonesia konsisten berdiri di barisan yang menghormati kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara. Prinsip ini, sekali lagi, ditegaskan tanpa ragu.
Artikel Terkait
Minat Generasi Muda dan Dukungan Kebijakan Dorong Tren Hunian Hijau di Perkotaan
Ahli IPB: Limbah Cair Sawit Bisa Kurangi Ketergantungan Impor Pupuk
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI, Fokus pada Tugas Kebangsaan
Prabowo Dorong Pencak Silat Menuju Olimpiade, Tekankan Pentingnya Jaga Kemurnian