Area di sekitar JPO Sarinah di Thamrin masih ramai dengan aktivitas konstruksi. Banner biru TransJakarta membentang, meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Pejalan kaki yang biasa melintas terpaksa mencari alternatif lain untuk menyeberang, karena akses ke jembatan itu masih sepenuhnya ditutup.
Jembatan ini bukan sembarang jembatan. Dibangun pertama kali di era legendaris Ali Sadikin, JPO Sarinah adalah yang pertama di Indonesia. Kini, setelah sekian lama, Pemprov DKI Jakarta membangunnya ulang dengan konsep yang jauh lebih modern. Mereka ingin jembatan baru ini terintegrasi dengan angkutan umum dan, yang tak kalah penting, benar-benar ramah untuk penyandang disabilitas.
Nantinya, jembatan ini akan tersambung langsung ke Halte TransJakarta MH Thamrin. Lokasinya yang strategis tepat di depan pintu barat Mal Sarinah juga akan memudahkan orang untuk langsung masuk ke mall. Tak cuma itu, jembatan ini rencananya akan membentang hingga ke seberang jalan, ke arah Gedung Bawaslu.
Rencana pembukaan kembali JPO ini disambut baik oleh beberapa warga di sekitar. Elina (27), misalnya, melihat ini sebagai kemudahan.
“Bagus sih, lebih gampang kalau naik TJ (Transjakarta) ga usah nunggu-nunggu lampu merah kalau nyeberang dari bawah,” ujarnya.
Pendapat serupa datang dari Rajwa (22). Baginya, faktor keamanan adalah nilai plus.
Artikel Terkait
Menjaga Marwah Bangsa: Ketika Keluhuran Batin Menjadi Fondasi Negara
Jalan Tol Menuju IKN Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras dan Pergerakan Tanah
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi