Gus Umar Serukan Mundur, Ketum PBNU Didesak Bertanggungjawab Atas Polemik Tambang dan Kasus Adiknya

- Minggu, 11 Januari 2026 | 12:00 WIB
Gus Umar Serukan Mundur, Ketum PBNU Didesak Bertanggungjawab Atas Polemik Tambang dan Kasus Adiknya

Ya, dia mengakui bahwa secara hukum tanggung jawabnya memang personal. Tapi secara etik? Itu cerita lain. Posisi ketua umum di organisasi seperti NU menuntut keteladanan yang lebih tinggi, tak hanya untuk diri sendiri tapi juga keluarga terdekat.

“Seharusnya Bung Yahya legowo dan mundur demi menjaga kehormatan NU,” tegas Gus Umar lagi.

Nah, sampai berita ini dibuat, belum ada tanggapan resmi dari PBNU maupun dari Yahya Cholil Staquf sendiri. Mereka masih bungkam. Sementara itu, dua isu tadi tambang dan kuota haji terus menggelinding jadi perbincangan hangat, baik di kalangan warga NU maupun publik luas.

Di sisi lain, banyak yang mulai khawatir. Sejumlah pengamat dan kiai mengingatkan agar NU tidak terus terseret ke dalam konflik politik dan ekonomi. Kalau dibiarkan, kepercayaan jamaah terhadap ulama dan institusi keagamaan bisa tergerus perlahan. Situasinya memang rumit, dan semua mata kini tertuju ke sikap yang akan diambil oleh sang ketum.


Halaman:

Komentar