Dari Hatta hingga Gibran: Ironi Kualitas Wakil Presiden di Tengah Gelombang Literasi

- Minggu, 11 Januari 2026 | 11:20 WIB
Dari Hatta hingga Gibran: Ironi Kualitas Wakil Presiden di Tengah Gelombang Literasi

Bagaimana dengan BJ Habibie? Beliau adalah legenda. Doktor dan profesor teknik dirgantara dari Jerman, namanya harum di kancah penerbangan internasional.

Di periode setelahnya, kita punya Hamzah Haz (sarjana ekonomi UII), Jusuf Kalla (ekonom dan pengusaha sukses lulusan Unhas), serta Boediono yang gelar PhD-nya dari Wharton School, AS sekolah bisnis paling bergengsi di dunia.

Tak ketinggalan, KH Ma’ruf Amin. Kredensialnya sebagai ulama senior dengan puluhan tahun pengabdian di MUI tak bisa dianggap remeh.

Nah, di sisi lain, kita sekarang punya Gibran Rakabuming Raka. Kontrasnya begitu mencolok. Di tengah daftar panjang nama-nama dengan segudang prestasi dan kualifikasi, publik justru mempertanyakan hal yang paling mendasar: keabsahan ijazah SMA-nya saja masih jadi tanda tanya besar.

Suara kekecewaan ini pun bergema di media sosial. Seperti dalam sebuah cuitan yang viral, seorang warganet menulis dengan nada geram:

Ungkapan itu mungkin mewakili perasaan sebagian orang yang merasa jengkel. Sebuah perbandingan yang timpang, dari deretan akademisi, profesional, dan negarawan terbaik bangsa, kini kita dihadapkan pada polemik yang sebenarnya tak perlu terjadi.

Pertanyaannya kini, ke mana arah negeri ini? Apakah kita sedang menurunkan standar, atau ini hanya sebuah fase? Hanya waktu yang bisa menjawab. Tapi yang pasti, sejarah akan mencatat semua ini.


Halaman:

Komentar