"Pelajaran penting dari kami untuk koordinasi penyeimbang ini adalah terkait dengan timing yang harus tepat serta koordinasi terkait dengan implementasi kebijakan," jelasnya.
Lantas, bagaimana bentuk koordinasi ideal itu? Di satu sisi, Kementerian Keuangan dituntut untuk tetap disiplin. Mereka harus menjaga koridor fiskal, mengelola rasio utang di angka sekitar 45 persen, dan melakukan manajemen utang dengan prinsip yang sehat.
Di sisi lain, peran Bank Indonesia tak kalah vital. Sebagai garda terdepan dari sisi moneter, BI bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Keduanya harus bergerak dalam irama yang sama. Bila salah satu mendahului atau tertinggal, target pertumbuhan yang ambisius itu bisa jadi sekadar angka di atas kertas.
Artikel Terkait
Derita Warga Sawangan Usai Bentrok Suporter Ricuhkan Malam Minggu
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake