Nah, di tengah hujan itu, muncul seorang pria lain. Dia adalah teman Wasgito yang sengaja dipanggil ke lokasi. Identitas pria ini, hingga kini, masih gelap.
"Saksi satu, yaitu Bagas, basah kuyup dan kedinginan. Jadi dia memutuskan pulang dulu sekitar jam setengah tujuh malam," sambung Sunu menjelaskan kronologi.
Sepulangnya Bagas, komunikasi pun terputus. Dia mencoba menghubungi Wasgito lewat WhatsApp dua kali sekitar pukul 19.32 dan 20.56 malam. Pesannya cuma dibaca satu centang, tak ada balasan.
Kekhawatiran Bagas terbukti. Keesokan paginya, sekitar jam tujuh, dia mendapat kabar dari grup pemancing. Katanya, ada orang diduga hilang di sekitar Tebing Grendan. Barang-barang yang ditinggalkan di lokasi mirip dengan milik Wasgito.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian. Pantai Wediombo yang indah itu kini disesaki harap-harap cemas. Dua nyawa masih dinantikan kembali.
Artikel Terkait
Iran di Ambang Perubahan: Dari Protes Ekonomi ke Gugatan Sistem
Di Gereja Baciro, Perbedaan Ditangguhkan untuk Doa Bersama
Iran Gelap, Jalanan Membara: Protes Anti-Rezim Berkobar Meski Internet Dipadamkan
Ketika Amerika dan Rusia Berbenturan, Sudah Siapkah Indonesia Hadapi Dampaknya?