Pertemuan Solo: Skenario Terselubung di Balik Kunjungan Eggi-DHL ke Jokowi?

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:50 WIB
Pertemuan Solo: Skenario Terselubung di Balik Kunjungan Eggi-DHL ke Jokowi?

Bongkar Skenario Kunjungan Eggi Sudjana dan DHL ke Jokowi: Ada Peran Kekuasaan?

10 Januari 2025

Reaksi datang dari Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, menyusul pertemuan yang mengejutkan banyak kalangan. Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis diketahui menemui mantan Presiden Jokowi di kediamannya di Solo, awal Januari lalu. Pertemuan itu, jujur saja, bikin banyak pihak termasuk di internal TPUA mengernyitkan dahi.

Menurut Sutoyo, sebenarnya tak perlu ada penjelasan resmi soal kunjungan itu. Entah itu penjelasan langsung ataupun tidak. “Kalau ada penjelasan, dipastikan justru akan semakin tidak jelas,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

“Biasnya malah akan mempertajam pertengkaran sesama pejuang. Khususnya dalam perjuangan membuktikan dugaan ijazah Jokowi yang dipastikan palsu,” imbuhnya.

Nah, yang menarik, Sutoyo mengungkapkan bahwa sebenarnya aroma pertemuan ini sudah tercium jauh hari sebelumnya. Bahkan skenarionya. Mulai dari alasan dan skenario awal, inisiatif siapa, siapa pelobinya, siapa saja yang hadir, materi kompromi apa yang dibawa, sampai waktu pelaksanaannya.

Lebih jauh lagi, dia menyentuh soal imbal balik dan risiko. Bahkan sudah disiapkan counter attack istilah yang biasa dipakai di lapangan sepakbola, tapi konteksnya jelas politik. Strategi balik serang saat lawan lengah.

Di sisi lain, ada dugaan kuat peran kekuasaan bermain di balik layar. Tujuannya? Agar mereka yang selama ini vokal justru sibuk bertengkar sendiri. Tekanan terhadap Jokowi soal isu ijazah pun bisa mengendur, bergeser jadi konflik internal antaraktivis. Akhirnya, perjuangan mereka terkurung dalam tempurungnya sendiri, semakin sempit.

Sutoyo menegaskan poin penting. Skenario besarnya adalah agar persoalan ijazah ini tidak akan pernah sampai ke meja hijau untuk diputus secara final. Tidak akan ada pengadilan yang benar-benar memvonis: ijazah Jokowi asli atau palsu, sampai berkekuatan hukum tetap (incracht).

“Kalau sampai diputus palsu di tingkat final, pasti akan menimbulkan goncangan politik yang sangat besar. Seperti yang sering diungkap para senior, ini bisa memicu prahara nasional. Karena, ijazah aslinya memang tidak ada,” katanya.

Memperjuangkan kebenaran dan keadilan, kata dia, adalah perintah Tuhan. Tapi ia mengingatkan, jangan sampai kita terjebak dalam permainan yang justru dimainkan oleh iblis kedzaliman.

Jadi, apa sikap yang dia sarankan? Sutoyo bilang, peristiwa seputar Bung Eggi Sudjana ini sebaiknya dilihat sebagai sasaran antara. Jangan direspon berlebihan. Bahkan kalau bisa, jangan direspon sama sekali.

“Agak repot juga,” akunya dengan nada sedikit frustrasi, “karena pemain di dunia podcast kadang sangat merepotkan. Sebagian dari mereka tidak sedang berjuang, tapi sedang memanfaatkan momentum.”

Pesan akhirnya sederhana: abaikan saja. Fokus pada tujuan utama.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar