Ia menyebut contoh, mulai dari video ulasan yang memberi skor rendah untuk kinerja Anies, hingga materi komedi pedas seputar isu DP 0 persen dan proyek Formula E.
"Faktanya adalah tidak ada satu pun YouTuber di Indonesia yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada Panji Pragiwaksono. Bahkan tidak ada komika yang lebih sering menjadikan Anies sebagai punchline daripada gue," tambahnya dengan nada percaya diri.
Meski berpatokan pada pejabat aktif, rupanya ada beberapa pengecualian. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, adalah salah satunya. Baginya, posisi presiden itu spesial; sejarah dan kebijakannya akan selalu relevan untuk dibicarakan, kapan pun.
Lalu ada nama Dharma Pongrekun. Untuk yang satu ini, alasannya lebih sederhana dan berbau komedi murni.
"Beliau terlalu lucu untuk tidak dibahas di acara komedi," pungkas Panji.
Dengan penjelasan panjang lebar ini, harapannya jelas: agar penonton paham bahwa pemilihan materi di Mens Rea berangkat dari fungsi kontrol sosial, bukan karena ada keberpihakan politik tertentu di belakangnya.
Artikel Terkait
Pandji Pragiwaksono dan Seni Mengubah Kontroversi Jadi Kontrak Netflix
PDIP Usung 21 Rekomendasi, Soroti Kedaulatan hingga Ancaman Otoritarian
Sudirman Said Bicara Tegas: Indonesia Alami Bencana Institusional
Cemburu Buta, Rumah Kekasih Dibakar di Tengah Malam