“Coba lihat apa yang terjadi tadi malam di Teheran. Sekelompok perusuh datang, menghancurkan gedung milik negara, milik rakyat sendiri. Semua itu cuma untuk menyenangkan hati presiden Amerika Serikat,” ujar Khamenei, seperti dikutip Reuters.
Di layar kaca, televisi pemerintah sibuk menayangkan gambar-gambar mencekam: bus dan mobil terbakar, stasiun serta bank dilalap si jago merah. Otoritas menyalahkan Organisasi Mujahidin Rakyat Iran sebagai dalang kerusuhan.
Seorang jurnalis televisi pemerintah yang melaporkan dari kota Rasht menggambarkan suasana yang jauh lebih buruk.
“Ini seperti zona perang. Semua toko hancur,” katanya, menggambarkan kepiluan di lokasi.
Di sisi lain, kelompok oposisi di luar negeri justru mendorong aksi ini terus berlanjut. Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, berseru lantang.
“Mata dunia tertuju pada kalian. Turunlah ke jalan,” serunya, mengobarkan semangat dari jauh.
Sementara jaringan internet masih gelap, kota-kota di Iran terus membara. Ketegangan masih menyelimuti, dan akhir dari semua ini masih belum terlihat.
Artikel Terkait
Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions Usai Ditaklukkan Bodo/Glimt di San Siro
Persebaya Vs PSM Makassar: Duel Sengit Dua Raksasa di Markas Bajul Ijo
Sorloth Cetak Hattrick, Atletico Madrid Gasak Club Brugge 4-1
Jadwal Imsak Kota Medan 25 Februari 2026 Pukul 05.12 WIB